Penyebab Utama Pakaian Beraroma Tidak Sedap meski Telah Dicuci
- 05 Apr 2026 23:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pakaian yang sudah dicuci seharusnya terasa bersih dan segar, tetapi banyak orang masih menghadapi masalah bau tidak sedap. Menurut pmc kondisi ini berkaitan dengan interaksi antara kotoran organik, kelembapan, dan mikroorganisme seperti bakteri serta jamur yang tetap menempel pada serat kain.
Bau muncul karena senyawa volatil yang dihasilkan mikroba saat memecah keringat dan residu tubuh manusia. Mikroorganisme pada tekstil tetap aktif meskipun sudah melalui proses pencucian jika kondisinya mendukung.
Penyebab utama adalah penumpukan bakteri pada pakaian yang tidak sepenuhnya hilang saat proses mencuci. Suhu air yang terlalu rendah atau penggunaan deterjen yang tidak sesuai dapat membuat bakteri tetap hidup dan berkembang kembali setelah pakaian dikeringkan.
Mikroba pada kain dapat bertahan jika proses pencucian tidak cukup efektif dalam mengganggu struktur biologisnya yang membuat bau kembali muncul saat pakaian dipakai. Penyebab berikutnya adalah kelembapan yang terperangkap pada pakaian setelah dicuci.
Jika pakaian tidak segera dikeringkan atau dijemur di tempat yang kurang sinar matahari, lingkungan lembap akan menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri. Mikroorganisme sangat cepat berkembang di lingkungan lembap, termasuk pada bahan kain.
Kondisi ini memicu bau apek yang sering kali sulit dihilangkan hanya dengan pencucian ulang. Faktor lain yang sering diabaikan adalah mesin cuci yang kotor.
Sisa deterjen, kotoran, dan air yang mengendap di dalam mesin dapat menjadi sumber bakteri yang kemudian menempel kembali pada pakaian. Peralatan rumah tangga yang lembap seperti mesin cuci dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme jika tidak dibersihkan secara rutin.
Hal ini menjelaskan mengapa pakaian tetap berbau meski sudah dicuci berkali-kali. Penggunaan deterjen yang berlebihan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap.
Residu deterjen yang tertinggal di serat kain dapat menangkap kotoran dan mikroba, sehingga justru memperparah kondisi bau. Penggunaan deterjen harus sesuai takaran karena kelebihan bahan kimia dapat mengganggu proses pembilasan dan meninggalkan residu yang tidak diinginkan.
Terakhir adalah penyimpanan pakaian dalam kondisi belum benar-benar kering. Pakaian yang disimpan di lemari dalam keadaan sedikit lembap akan memicu pertumbuhan mikroba secara perlahan, sehingga bau muncul saat pakaian digunakan kembali. Sirkulasi udara yang buruk dalam ruang penyimpanan juga mempercepat munculnya bau tidak sedap pada tekstil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....