BRIN Olah Limbah Plastik Menjadi Bahan Terapi Kanker

  • 02 Apr 2026 18:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Penggunaan plastik PET (Polyethylene Terephthalate) semakin masif di masyarakat. Hal tersebut tidak diimbangi dengan pengolahannya yang berdampak pada pencemaran lingkungan karena sulit untuk diurai.

Meskipun demikian, ada hal menggembirakan yang dirilis dari laman instagram @brin_indonesia, bagi masyarakat. Limbah dari plastik PET ternyata dapat diolah menjadi senyawa bernilai tambah.

Dikatakan dalam rilisnya, BRIN mengembangkan depolimerisasi plastik PET, yang dapat diolah menjadi bahan pendukung terapi kanker. Proses depolimerasi merupakan pemutusan rantai polimer menjadi monomer secara kimia.

Melalui proses depolimerasi, pengolahan PET menghasilkan struktur tereflatat yang dimanfaatkan sebagai kerangka dasar pengembangan senyawa pendukung terapi kanker. Struktur teraflatat dikatakan telah banyak digunakan dalam berbagai obat komersil. Selain itu, juga menjadi kandidat obat anti kanker yang berada pada tahap pra klinis dan uji klinis.

Tim periset BRIN telah berhasil mensintesis beberapa turunan asam tereftalat dengan rendemen lebih daro 80% pada skala laboratorium. Riset tersebut akan dilanjutkan ke tahap yang lebih besar untuk menguji konsistensi proses dan potensi penerapan secara meluas.

Walaupun masih dalam tahap pengembangan, penelitian ini tetap menjanjikan bagi dunia kesehatan dan lingkungan. Periset Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Betty Alfarizky Kustiana mengungkapkan bahwa riset ini memperkuat implementasi ekonomi sirkular nasional dengan mengoptimalkan limbah plastik sebagai sumber bahan bernilai tambah.

Lebih lanjut dikatakan Betty, hal ini menjadi dukungan kemandirian riset dan pengembangan bahanbaku kimia dan obat nasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa limbah plastik masih memiliki nilai guna dalam pemanfaatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....