Waspada Brain Rot akibat Konten Instan
- 09 Mar 2026 13:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Brain rot menjadi istilah populer di media sosial. Istilah ini menggambarkan penurunan fokus akibat konsumsi konten digital berlebihan. Fenomena ini banyak dibahas oleh pengguna internet. Konten singkat dinilai memengaruhi cara otak memproses informasi.
Dilansir dari Halodoc, brain rot bukan diagnosis medis resmi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan dampak kebiasaan digital yang tidak sehat. Paparan video pendek membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat. Akibatnya, seseorang sulit menikmati aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lama.
Kebiasaan scrolling tanpa henti memperburuk kondisi tersebut. Otak terus menerima informasi tanpa waktu jeda yang cukup. Halodoc menjelaskan kondisi ini dapat menurunkan produktivitas harian. Gangguan fokus menjadi keluhan yang sering dirasakan pengguna gawai aktif.
Selain itu, kualitas tidur juga bisa terganggu. Paparan layar berlebihan memengaruhi ritme istirahat seseorang. Beberapa tanda yang muncul adalah mudah terdistraksi dan cepat bosan. Motivasi belajar maupun bekerja juga dapat menurun.
Penggunaan media sosial berlebihan memicu ketergantungan pada hiburan instan. Hal ini membuat aktivitas reflektif semakin jarang dilakukan. Untuk mencegahnya, pembatasan waktu layar sangat disarankan. Pengguna dapat mengatur durasi akses media sosial setiap hari.
Aktivitas seperti membaca buku membantu melatih fokus kembali. Olahraga rutin juga mendukung kesehatan mental dan kognitif. Fenomena brain rot menjadi pengingat pentingnya literasi digital. Penggunaan teknologi bijak diperlukan agar kesehatan mental tetap terjaga. (Indah/RRI Magang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....