Waspada Makanan Pemicu Lonjakan Gula Darah Tinggi

  • 26 Feb 2026 22:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Penderita diabetes dan pelaku diet rendah gula kini diminta lebih waspada terhadap jenis asupan harian mereka. Para ahli kesehatan mengeluarkan peringatan baru mengenai adanya makanan umum yang sering dianggap aman, namun memiliki indeks glikemik jauh lebih tinggi daripada gula putih biasa.

Dikutip dari laman Times of India, diabetes sangat berkaitan erat dengan cara tubuh mengolah glukosa menjadi energi. Jika pada tipe satu pankreas minim memproduksi insulin, maka pada diabetes tipe dua tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga faktor makanan menjadi sangat krusial.

Penting bagi masyarakat untuk memahami sistem peringkat karbohidrat atau yang dikenal dengan istilah Indeks Gikemik (GI). Sistem ini menjadi indikator untuk mengukur seberapa cepat suatu jenis makanan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh setelah dikonsumsi secara langsung.

Makanan dengan GI tinggi seperti roti putih atau minuman manis dapat meningkatkan glukosa dengan sangat cepat. Sebaliknya, makanan dengan GI rendah seperti lentil, oat, serta sayuran, bekerja melepaskan gula secara perlahan ke dalam aliran darah sehingga jauh lebih aman bagi kesehatan.

Terdapat enam jenis makanan yang teridentifikasi memicu lonjakan gula darah lebih cepat dari gula pasir, yakni roti putih, nasi putih, dan cornflakes. Selain itu, kentang goreng, mi instan, serta jus buah tanpa serat juga masuk dalam daftar makanan yang harus diwaspadai masyarakat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bahkan mengungkap pemicu mengejutkan lainnya seperti sengatan matahari dan dehidrasi. Selain itu, penggunaan semprotan hidung tertentu serta kondisi kurang tidur juga dapat menurunkan efektivitas tubuh dalam memanfaatkan insulin secara optimal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa pola makan tidak sehat merupakan faktor risiko utama penyakit kronis yang mematikan. Setidaknya 43 juta orang tercatat meninggal dunia akibat penyakit tidak menular pada tahun 2021, yang mayoritas dipicu oleh buruknya pola konsumsi harian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....