Padel Lebih dari Tren, Sehatkan Tubuh dan Otak
- 05 Feb 2026 15:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Olahraga padel kian berkembang pesat dan menarik perhatian peneliti olahraga karena dinilai memberi manfaat bagi kesehatan tubuh dan otak. Dibandingkan tenis atau pickleball, padel dimainkan di lapangan yang lebih kecil dan tertutup, sehingga reli berlangsung lebih lama tanpa meningkatkan beban fisik secara drastis.
Lapangan tertutup membuat bola jarang keluar permainan. Kondisi ini mendorong gerakan aerobik yang stabil serta pengambilan keputusan yang berkesinambungan, karena pemain harus terus bergerak sambil membaca arah, ruang, dan kecepatan bola.
Melansir dari National Geographic.com, peneliti ilmu olahraga sekaligus profesor Universitas Zaragoza, Francisco Pradas mengatakan Sejumlah temuan awal menunjukkan padel berkaitan dengan manfaat kesehatan fisik dan mental, mulai dari peningkatan rasa percaya diri hingga naiknya kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), protein yang berperan penting dalam kesehatan otak.
Pradas menjelaskan, permainan padel melibatkan berbagai kapasitas fisik dan keterampilan motorik. “Padel menggabungkan aspek teknis, taktis, fisik, metabolik, dan psikologis. Sifatnya yang intermiten dan aerobik membuat olahraga ini menarik dari sudut pandang kesehatan, karena melibatkan metabolisme glukosa dan lemak,” katanya.
Manfaat tersebut tak lepas dari aturan permainan padel. Studi menunjukkan, bermain padel dapat meningkatkan kecepatan sprint, kekuatan genggaman tangan, serta stabilitas tulang belakang melalui penguatan otot lumbar secara isometrik.
Ciri utama padel adalah dinding samping dan belakang lapangan yang memungkinkan bola memantul dan reli terus berlanjut. Aturan ini menciptakan tempo permainan yang cepat tanpa meningkatkan intensitas fisik berlebihan, sekaligus menjaga keterlibatan kognitif pemain tetap tinggi.
Meski penelitian terkait manfaat mental dan hormonal padel masih bersifat awal dan membutuhkan sampel yang lebih luas, minat terhadap olahraga ini terus meningkat, baik di kalangan peneliti maupun masyarakat umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....