Mengenal Terminal Lucidity, Momen Jernih Pasien Sebelum Berpulang

  • 04 Des 2024 18:28 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Pengalaman menjenguk keluarga atau teman yang sakit bertahun – tahun dan semakin parah hingga akhirnya perawatan jangka panjang di Rumah sakit hingga pada satu momen pasien yang sebelumnya dalam kondisi lemah dan kesadaran menurun tiba – tiba menjadi sadar, sedikit pulih dan mampu berkomunikasi dengan kerabat di sekitarnya dan beberapa jam atau hari kemudian mendadak menurun dan kemudian meninggal dunia.

Kondisi diatas disebut sebagai Terminal lucidity sebuah fenomena medis yang terjadi di mana pasien dengan penyakit kronis atau terminal, seperti demensia parah, gangguan mental berat, atau penyakit degeneratif otak, menunjukkan periode singkat kesadaran, kejelasan mental, dan komunikasi yang baik menjelang kematian. Fenomena ini sering dilaporkan pada jam-jam atau hari-hari terakhir kehidupan pasien, sehingga menjadi momen yang membingungkan sekaligus mengesankan bagi keluarga dan tenaga medis.

Terminal Lucidity menurut literatur https://www.researchgate.net adalah kembalinya kejernihan mental dan ingatan seseorang pasien sakit berkepanjangan yang tak terduga sesaat sebelum kematian pada pasien, yang disebut sebagai “kejernihan akhir”, telah dilaporkan dalam literatur medis selama 250 tahun terakhir, tetapi hanya mendapat sedikit perhatian. Meninjau berbagai kasus terminal lucidity untuk mempelajari ilmu saraf memori dan kognisi pada akhir kehidupan. Contoh-contoh ini termasuk laporan kasus pasien yang menderita abses otak, tumor, stroke, meningitis, demensia atau penyakit Alzheimer, skizofrenia, dan gangguan afektif. Beberapa laporan menunjukkan bahwa selama terminal lucidity, memori dan kemampuan kognitif dapat berfungsi melalui proses neurologis yang berbeda dari otak normal. Kami berharap bahwa kontribusi yang signifikan untuk lebih memahami proses yang terlibat dalam pemrosesan memori dan kognisi dapat diperoleh melalui studi mendalam tentang kejernihan terminal. Mempelajari kejernihan terminal juga dapat memfasilitasi pengembangan terapi baru. Selain itu, peningkatan kesadaran akan pengalaman akhir kehidupan yang tidak biasa dapat membantu dokter, pengasuh, dan anggota keluarga yang berduka untuk bersiap menghadapi pengalaman seperti itu, dan membantu orang-orang tersebut mengatasinya.

Fenomena terminal lucidity memberikan dampak emosional yang besar pada keluarga dan tenaga medis. Momen ini sering menjadi kesempatan bagi keluarga untuk memberikan dukungan emosional, mendengarkan pesan terakhir pasien, atau mengucapkan selamat tinggal dengan lebih damai. Bagi tenaga medis, penting untuk memahami fenomena ini agar dapat mendampingi pasien dan keluarga dengan empati. Tidak semua kejadian ini dapat dijelaskan secara ilmiah, sehingga memadukan pendekatan medis dengan dukungan spiritual dan psikologis sangat dianjurkan.

Fenomena kompleks yang melibatkan aspek medis dan spiritual. Meskipun penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, momen ini sering memberi makna mendalam bagi pasien dan keluarga. Dari sisi medis, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanismenya. Dari sisi agama, fenomena ini mengingatkan manusia untuk menghargai setiap momen kehidupan dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan damai dan penuh makna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....