Risol Endolita Manfaatkan Media Sosial untuk Perluas Jangkauan Pasar

  • 03 Okt 2026 09:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain mengandalkan penjualan secara langsung, usaha Risol Endolita tersebut aktif memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Umi Fitriya - Owner Risol Endolita dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar edisi Kamis, 01 Oktober 2026, mengatakan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam mengembangkan usahanya di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat. Berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan Facebook dimanfaatkan untuk mempromosikan produk.

“Untuk saat ini dunia digital yang begitu luar biasa pasti kita tidak mau ketinggalan. Kita manfaatkan semua platform media sosial mulai dari Instagram, TikTok, WhatsApp, Facebook, dan penjualan secara offline juga”, ujar Umi.

Menurutnya, pada awal menjalankan usaha, seluruh aktivitas pemasaran masih ditangani sendiri. Namun, seiring meningkatnya permintaan, Umi mulai membutuhkan tenaga tambahan, termasuk untuk mengelola konten media sosial. Ia kemudian mempekerjakan seorang content creator yang bertugas membuat dan mengunggah konten secara rutin. Strategi tersebut dinilai memberikan dampak terhadap penjualan karena semakin banyak masyarakat yang mengenal Risol Endolita melalui media sosial.

“Dulu saya yang menangani sendiri, sehingga tidak rutin terutama di Instagram dan TikTok. Sekarang karena sudah ada yang menangani, konten bisa dibuat dan diposting secara rutin. Alhamdulillah, dampaknya mulai terasa terhadap penjualan dan Risol Endolita semakin dikenal melalui media sosial”, kata Umi.

Selain melalui media sosial, Risol Endolita juga melayani pemesanan secara daring melalui sejumlah platform, seperti Shopee, GoFood, dan GrabFood. Sementara untuk pembelian secara langsung, pelanggan dapat datang ke tempat penjualan dan menikmati risol yang digoreng dalam kondisi hangat.

“Saya melakukan produksi setiap hari untuk memenuhi pesanan pelanggan. Sejumlah produk juga telah memiliki pelanggan tetap, di antaranya kantin sekolah serta beberapa kafe di lingkungan Universitas Hasanuddin”, ungkap Umi.

Dalam sehari, pesanan untuk sejumlah pelanggan tetap tersebut dapat mencapai sekitar 100 hingga 150 buah. Sementara itu, produk yang belum terjual dapat disimpan dalam bentuk frozen sehingga tetap dapat dipasarkan kembali.

“Kalau di etalase, kita juga menyediakan yang frozen. Kalau ada sisa produksi, kita simpan di freezer. Untuk penjualan offline, biasanya pelanggan datang kemudian kita gorengkan karena banyak yang suka risol dalam kondisi hangat”, jelasnya.

Umi berharap pemanfaatan media sosial dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan dapat membantu Risol Endolita terus berkembang sekaligus memperluas jangkauan pasar, dapat semakin dikenal masyarakat luas, dan mampu bertahan serta berkembang di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....