Rektor ITB Nobel Tegaskan Pentingnya Skill Kewirausahaan di Luar Kelas
- 01 Okt 2026 19:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia resmi membuka rangkaian Orientasi Kampus dan Entrpreneuship (OKE) Nobel mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung diNobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, Kamis 1 Oktober 2026.
Pembukaan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr Badaruddin. Seusai sambutan, Badaruddin menyerahkan almamater secara simbolis pada peserta orientasi.
Dalam sambutannya, Badaruddin menekankan bahwa orientasi di ITB Nobel Indonesia dirancang khusus untuk mendidik calon pengusaha secara terhormat tanpa praktik perpeloncoan (ospek).
Sebelum memasuki perkuliahan formal, mahasiswa dibekali program pembekalan dasar seperti Basic Entrepreneurship Program yang dikelola oleh Nobel Entrepreneurship Center (NEC) serta Nobel Basic Character. "Ini kita mendidik calon pengusaha, ya kita harus didik secara terhormat. Sebelum kalian masuk di kelas, ada tambahan-tambahan untuk mendasari kemampuan kalian, seperti Basic Entrepreneurship Program dan Nobel Basic Character untuk membangun jati diri," ujarnya.
Eks Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Makassar menyebut, langkah ini diambil guna membekali mahasiswa dengan keahlian praktis dan nilai tambah (added value) di luar pembelajaran akademis kelas, bukan sekadar mengejar lembar ijazah formal.
"Kalau di dalam kelas hasil lahirnya akan kelihatan ijazahnya. Tetapi yang jauh lebih penting adalah apa yang bisa kalian dapatkan di luar kelas. Kalian akan lebih dari sekadar ijazah, itulah yang kami siapkan untuk kalian semua," tegasnya.
Penguatan daya saing ini dinilai krusial mengingat ketatnya persaingan dunia kerja di Indonesia, di mana lulusan sarjana mencapai jutaan orang setiap tahunnya. ITB Nobel Indonesia mengambil posisi strategis agar mahasiswanya tidak hanya menjadi pencari kerja biasa, melainkan memiliki jiwa kewirausahaan yang mandiri. "Tahu tidak berapa lulusan perguruan tinggi dalam setahun? Ada 1,3 sampai 1,5 juta orang sarjana setiap tahun. Kalau hanya sekadar ijazah, kalian akan bersaing dengan 1,3 sampai 1,5 juta orang. Maka Nobel mengambil peran yang berbeda," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan adanya pergeseran pola pikir dari masa sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Sistem pembelajaran di kampus memberikan kebebasan dan fleksibilitas yang lebih besar, sehingga menuntut kemandirian penuh dari mahasiswa dalam menentukan arah karir mereka.
"Sistem belajar sudah berpindah dari kita dulu, belajar itu terstruktur. Sekarang di perguruan tinggi kebebasan kalian itu lebih besar. Oleh karena itu, kalian yang akan menentukan masa depan kalian sendiri," jelasnya.
Menutup arahannya, Badaruddin menegaskan bahwa pihak kampus dan yayasan telah memfasilitasi seluruh komponen serta sarana pendukung pengembangan diri. Namun, keberhasilan akhir dari proses tersebut sepenuhnya berada di tangan semangat dan komitmen para mahasiswa baru.
"Tugas kami adalah menyiapkan seluruh komponen dan fasilitas itu supaya teman-teman punya kesempatan untuk membangun dirinya. Soal bagaimana hasil lahirnya, semua kembali kepada semangat kalian sendiri," pungkasnya.
Diketahui, selama pelaksanaan OKE Nobel, Mahasiswa Baru akan dibekali dengan agenda lainnya, mulai dari Entrepreneurship Basic Program, Nobel Basic Character, Talkshow hingga Kuliah Umum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....