Bukan Sekadar Cari Temuan, Ini Pesan Mendiktisaintek soal Pengawas Internal
- 01 Okt 2026 16:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang menjadi tuan rumah Forum Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia. Menurut Brian, forum tersebut penting karena mempertemukan para Pengawas Internal perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat praktik pengawasan.
Brian menilai keberadaan Pengawas Internal memiliki posisi penting dalam memastikan perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik. “Memberikan ruang bagi para pengawas internal perguruan tinggi untuk bertemu, berbagi pengalaman, dan belajar bersama,” ujar Brian dalam sambutannya, saat membuka forum SPI di UNM, Selasa 29 September 2026.
Menurut Brian, perhatian pemerintah terhadap perguruan tinggi selama ini tidak hanya berkaitan dengan mahasiswa, lulusan, penelitian maupun inovasi. Ia menekankan bahwa pengelolaan institusi juga harus berjalan secara tertib, terbuka, akuntabel dan berintegritas agar kepercayaan terhadap perguruan tinggi tetap terjaga.
| Baca juga: Tren Digital Membuka Peluang Bisnis |
Dalam konteks tersebut, fungsi Pengawas Internal diarahkan bukan sekadar menemukan persoalan setelah terjadi, tetapi juga mencegah risiko sejak awal. “Fungsi pengawasan harus diarahkan pada upaya pencegahan agar potensi persoalan dapat dikenali sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” kata Brian.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pimpinan perguruan tinggi terhadap keberadaan SPI. Dukungan tersebut mencakup aspek kelembagaan, sumber daya manusia, anggaran hingga akses terhadap data yang dibutuhkan, sehingga Pengawas Internal dapat menjalankan tugas secara profesional.
Dengan dukungan tersebut, SPI diharapkan memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jelas dalam menjalankan fungsi pengawasan di masing-masing perguruan tinggi. Brian menegaskan, “SPI diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional dengan kewenangan dan tanggung jawab yang jelas.”
Brian juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan Pengawas Internal tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya temuan yang dihasilkan. Menurut dia, hal yang lebih penting adalah perubahan dan perbaikan yang muncul setelah rekomendasi pengawasan diberikan kepada institusi.
“Keberhasilan pengawasan tidak semata-mata diukur dari banyaknya temuan, tetapi dari perubahan yang terjadi setelah rekomendasi diberikan,” tegas Brian. Pernyataan tersebut menempatkan fungsi Pengawas Internal sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola, bukan hanya sebagai mekanisme untuk mencatat kekurangan dalam pengelolaan perguruan tinggi.
Forum SPI PTN Indonesia yang digelar di UNM pun menjadi ruang bagi para pengawas internal untuk memperluas pertukaran pengalaman mengenai pelaksanaan pengawasan di lingkungan perguruan tinggi. Brian memberikan apresiasi atas penyelenggaraan forum tersebut karena, menurutnya, kolaborasi dan pembelajaran bersama dapat memperkuat pelaksanaan fungsi pengawasan.
Bagi perguruan tinggi, penguatan Pengawas Internal menjadi bagian dari kebutuhan untuk menjaga pengelolaan institusi tetap akuntabel di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Brian menekankan bahwa tata kelola yang tertib dan berintegritas harus berjalan beriringan dengan capaian akademik, penelitian serta inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....