Hobi Memasak Bisa Berdampak pada Kesehatan Psikologis, Ini Manfaatnya
- 22 Sep 2026 11:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID Makassar - Memasak bukan hanya aktivitas untuk menyiapkan makanan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kondisi psikologis. Penelitian dalam Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni menemukan sejumlah manfaat psikologis dari kegiatan memasak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian yang dilakukan terhadap tiga orang dengan latar belakang berbeda tersebut menunjukkan bahwa memasak dapat melatih mindfulness. Ketika memasak, seseorang dituntut berkonsentrasi pada berbagai tahapan sehingga perhatian lebih terarah pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Memasak juga dapat menjadi sarana untuk mengurangi stres dan emosi negatif. Proses menyiapkan bahan, mengolah makanan, hingga menyelesaikan masakan dapat menjadi bentuk distraksi yang membantu seseorang mengalihkan perhatian dari tekanan yang sedang dirasakan.
Selain itu, kegiatan memasak memberikan kesempatan bagi seseorang untuk merasa memiliki kendali terhadap apa yang dilakukan. Menentukan bahan, mengikuti tahapan, dan mengeksplorasi berbagai cara memasak dapat melatih kontrol diri sekaligus memberikan ruang untuk mengambil keputusan.
Hasil masakan juga dapat memberikan rasa pencapaian dan meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri. Respons positif dari orang lain maupun keberhasilan menghasilkan makanan yang diinginkan dapat menumbuhkan kepuasan serta motivasi.
Tidak hanya dilakukan sendiri, memasak juga dapat menjadi aktivitas sosial. Memasak bersama orang lain memungkinkan terjadinya interaksi dan kedekatan, sementara proses mencoba berbagai bahan dan resep dapat membantu seseorang mengenali minat serta dirinya sendiri.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa memasak memiliki enam manfaat psikologis, yakni melatih mindfulness, mengurangi stres dan emosi negatif, melatih kontrol diri, meningkatkan self-worth dan memberikan makna hidup, membantu mengenali diri, serta menjadi sarana bersosialisasi. Namun, karena penelitian hanya melibatkan tiga partisipan, peneliti menyarankan penelitian lanjutan dengan jumlah dan karakteristik partisipan yang lebih beragam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....