Guru MAN 3 Makassar Bawa ChemMission WebLab ke Final TTC 2026

  • 20 Sep 2026 18:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dua Guru MAN 3 Kota Makassar, Mardhiyyatin Naqiyah dan Sri Astuti, berhasil mengamankan tiket menuju babak final Teacher Tech Championship (TTC) 2026. Keduanya akan kembali berkompetisi pada tahap nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2026 mendatang. “Ini menjadi kebanggaan bagi MAN 3 Kota Makassar,” ujar Kepala MAN 3 Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, Minggu 20 September 2026.

Perjalanan Mardhiyyatin Naqiyah dan Sri Astuti menuju final tidak didapat dengan mudah karena harus melewati persaingan dengan guru dari enam provinsi di kawasan Sulawesi. Keenam wilayah tersebut meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo. “Guru-guru kami mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” kata Zulfikah.

Guru MAN 3 Kota Makassar tersebut berhasil melangkah ke tahap nasional dengan membawa inovasi pendidikan bernama ChemMission WebLab. Inovasi ini berupa laboratorium virtual yang dirancang untuk mengajak siswa menghadapi persoalan limbah cair industri melalui pembelajaran yang lebih interaktif. “ChemMission WebLab menjadi inovasi yang kami kembangkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual,” ujar Mardhiyyatin.

Sebelum memastikan diri lolos ke final, sebanyak 12 tim peserta TTC 2026 mengikuti Teacher Innovator Bootcamp di Hotel Santika Makassar. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam TTC 2026 karena peserta mendapatkan ruang untuk mengasah kembali gagasan yang telah mereka bawa ke kompetisi. “Dalam prosesnya kami mendapatkan bimbingan dan pendampingan untuk mematangkan inovasi,” ungkap Mardhiyyatin.

Melalui kegiatan bootcamp, para peserta mendapat kesempatan memperkuat kompetensi sekaligus menyempurnakan inovasi masing-masing melalui mentoring. Bagi Guru MAN 3 Kota Makassar, proses tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum menghadapi persaingan pada tahap selanjutnya. “Kami terus berusaha memaksimalkan inovasi yang sudah dikembangkan,” tutur Sri Astuti.

Teacher Tech Championship 2026 merupakan kompetisi sekaligus program pengembangan profesional guru yang dipersembahkan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA. Ajang tersebut diperuntukkan bagi guru SMA dan MA di kawasan Sulawesi yang mengampu sejumlah bidang, mulai dari Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika hingga Prakarya dan Kewirausahaan. “Program ini memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran,” kata Mardhiyyatin.

ChemMission WebLab menjadi inovasi yang membawa Guru MAN 3 Kota Makassar melangkah ke tingkat nasional dengan menggabungkan pembelajaran kimia dan teknologi. Dalam konsep tersebut, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai peserta simulasi praktikum, tetapi menjalankan skenario misi lingkungan industri dengan peran sebagai Environmental Chemical Auditor. “Siswa kami arahkan untuk memecahkan persoalan melalui skenario yang berkaitan dengan lingkungan industri,” jelas Mardhiyyatin.

Gagasan ChemMission WebLab berawal dari kondisi pembelajaran di sekolah yang belum sepenuhnya memungkinkan pelaksanaan praktikum kimia menggunakan peralatan kompleks dan bahan kimia secara langsung. Mardhiyyatin menjelaskan, laboratorium virtual tersebut kemudian dikembangkan sebagai alternatif agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang menekankan praktik dan pemecahan masalah. “Laboratorium virtual ini diharapkan menjadi alternatif pembelajaran yang tetap memberikan pengalaman berbasis praktik,” ujarnya.

Mardhiyyatin juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya mencapai babak final Teacher Tech Championship 2026. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari arahan kepala madrasah serta dukungan dari rekan-rekan guru di MAN 3 Kota Makassar. “Kami bersyukur atas capaian ini, dan tentu ada dukungan dari kepala madrasah sert

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....