Apresiasi TK Negeri Rappocini, Konsep Urban Farming di lingkungan Sekolah.

  • 18 Sep 2026 14:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Inisiatif program kebun sekolah berbasis urban farming di TK Negeri Rappocini, Makassar, mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah kota. Program ini dinilai sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang mengusung semangat partisipasi semesta dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Apresiasi tersebut disampaikan menanggapi program kolaboratif yang diinisiasi pihak kelurahan dan sekolah, serta didukung penuh oleh jajaran RW, RT, komite, paguyuban, serta para orang tua murid. Sinergi ini membuktikan bahwa berbagai program positif dapat terwujud melalui kerja sama yang erat, Jumat, 18 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman , menyatakan program ini merupakan perwujudan visi misi Wali Kota dalam menerapkan urban farming serta pengelolaan sampah sejak dini. Sebagai PAUD pertama yang menerapkannya, kegiatan ini layak disebut sebagai proyek percontohan (pilot project).

"Kalau ini dikatakan pilot project, bisa dikatakan juga karena ini adalah hal yang pertama dilakukan di tingkatan PAUD. Jadi kita mau memperlihatkan kepada warga masyarakat bahwa dari PAUD pun juga anak-anak sudah bisa belajar," ujarnya.

Kepala Sekolah TK Negeri Rappocini, Zusan, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras serta kerja sama yang terjalin istimewa ini. Ia menyebut inisiatif kolektif dari para orang tua murid ini sebagai momentum istimewa yang mempererat hubungan antara pihak sekolah, guru, dan keluarga.

"Hari ini hari yang sangat istimewa buat kami sebagai sekolah karena kerja sama itu bisa terjalin dan inilah gagasan pertama untuk semua sekolah di Kota Makassar," ungkap Zusan.

Kebun sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas hijau, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mendalam (deep learning) bagi para siswa. Anak-anak diajak mengenal proses secara nyata setiap hari bersama guru pendamping, mulai dari tahap pembibitan, penanaman, hingga masa panen tiba.

Proses pengenalan flora ini turut didukung pula dengan penyediaan papan bicara khusus sebagai media edukasi interaktif bagi para siswa di area kebun sekolah. Ke depannya, pihak sekolah berharap gerakan positif ini dapat konsisten dikembangkan dan direplikasi oleh paguyuban maupun satuan pendidikan lain di Kota Makassar.

Melalui keberadaan tanaman obat keluarga (TOGA), apotek hidup, dan aneka sayuran di lingkungan sekolah, model pembelajaran berbasis kebun ini diharapkan mampu memperkaya wawasan ekologis serta menanamkan kelekatan emosional anak sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....