Pokjawas Barru Siapkan Instrumen untuk Menilai Kinerja Guru

  • 18 Sep 2026 07:45 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kualitas pembelajaran di madrasah ternyata tidak hanya berkaitan dengan capaian nilai siswa. Cara guru hadir di kelas, berkomunikasi, memberi teladan, hingga menjalankan tanggung jawab juga menjadi bagian penting yang ikut menentukan pengalaman belajar peserta didik.

Hal inilah yang mendorong Kelompok Kerja Pengawas Madrasah atau Pokjawas Kementerian Agama Kabupaten Barru menyusun instrumen untuk mengukur kepuasan siswa terhadap karakter dan kinerja guru. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Irman, dalam kegiatan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) di Aula MAN 1 Barru beberapa waktu lalu.

Rapat penyusunan instrumen Pokjawas digelar Kamis 17 September 2026 dengan melibatkan 14 pengawas madrasah. Kegiatan tersebut dipandu langsung Ketua Pokjawas Madrasah Kemenag Barru, Tajuddin, yang mengarahkan pembahasan pada penyusunan indikator dan pertanyaan yang nantinya diberikan kepada siswa.

Instrumen ini akan digunakan di setiap madrasah untuk melihat karakter dan kinerja guru dari sudut pandang siswa yang mengikuti pembelajaran secara langsung. Tajuddin mengatakan, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari karakter, kedisiplinan, keteladanan, tanggung jawab, komunikasi, hingga pelaksanaan tugas dan pembelajaran.

“Instrumen ini bukan untuk menghakimi guru, tetapi menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk meningkatkan kualitas karakter dan kinerja guru,” ujar Tajuddin.

Menurut Tajuddin, pengalaman siswa penting untuk menjadi salah satu bahan evaluasi karena mereka merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan guru selama proses belajar mengajar. Karena itu, Pokjawas Barru ingin memastikan instrumen yang disusun mampu menangkap pengalaman tersebut secara relevan dan mudah dipahami.

Data yang nantinya diperoleh tidak hanya ditujukan untuk melihat kondisi kinerja guru, tetapi juga dapat digunakan madrasah dan pengawas sebagai dasar pembinaan. Dari hasil tersebut, madrasah bisa mengetahui bagian yang sudah berjalan baik sekaligus aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

Hasil evaluasi juga dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dalam melihat kembali proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Di sisi lain, data tersebut dapat membantu madrasah menyusun kebutuhan pembinaan dan menentukan langkah perbaikan berdasarkan kondisi yang ditemukan.

Bagi Pokjawas, evaluasi berbasis pengalaman siswa diharapkan membuat pembinaan guru menjadi lebih terarah. Temuan dari instrumen nantinya dapat dibahas bersama antara kepala madrasah, guru, dan pengawas untuk menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Dalam rapat tersebut, para pengawas turut memberikan masukan terhadap setiap indikator dan butir pertanyaan. Pembahasan diarahkan agar instrumen Pokjawas tidak terlalu sulit dipahami siswa, tetap berkaitan dengan pengalaman mereka selama belajar, serta mampu menghasilkan data yang objektif dan bermanfaat.

Melalui instrumen tersebut, Pokjawas Madrasah Kemenag Barru ingin menempatkan evaluasi guru bukan sekadar sebagai angka atau hasil penilaian. Lebih jauh, evaluasi diharapkan menjadi cermin bersama untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, memperkuat pembinaan guru, dan membangun budaya pendidikan yang semakin baik di lingkungan madrasah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....