Pesan untuk Wisudawan Unhas, Prof. JJ Tekankan Pentingnya Adaptasi AI

  • 08 Sep 2026 21:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa., M.Sc, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), bagi lulusan Unhas agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prof. JJ dalam pidatonya pada Wisuda Unhas Periode September Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung pada 7–8 September. Di hadapan para wisudawan, ia mengingatkan bahwa perubahan teknologi telah membawa disrupsi besar terhadap dunia kerja.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka perlu memiliki kepekaan terhadap perkembangan zaman dan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Jika leluhur kita membaca rasi bintang untuk navigasi, hari ini para wisudawan harus cerdas membaca tren data dan teknologi,” ujar Prof. JJ, Selasa 8 September 2026.

Rektor Unhas itu mendorong para lulusan untuk tidak memandang AI semata-mata sebagai ancaman, melainkan sebagai instrumen yang dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan solusi yang lebih baik.

“Jadikan kemajuan inovasi digital dan kecerdasan buatan sebagai instrumen untuk mengakselerasi produktivitas Saudara,” tegasnya.

Menurut Prof. JJ, kemampuan beradaptasi semakin diperlukan seiring perkembangan AI dan otomatisasi yang akan mengubah berbagai jenis pekerjaan. Kondisi tersebut menuntut lulusan Unhas untuk siap berkompetisi dengan talenta internasional sekaligus terus mengembangkan pengetahuan sesuai perkembangan teknologi.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Prof. JJ mengingatkan bahwa keunggulan lulusan Unhas tidak berhenti pada penguasaan teknologi. Ada kualitas kemanusiaan yang harus tetap dijaga dan justru semakin penting di tengah kemajuan AI.

“Kecerdasan buatan dapat membantu manusia mengolah informasi dan menyelesaikan pekerjaan, namun kemampuan untuk mempertimbangkan nilai, memahami perasaan, dan mengambil keputusan secara beretika tetap berada pada manusia. Secanggih apa pun sistem komputasi diciptakan, mesin tidak akan pernah memiliki nurani, etika, dan empati sosial,” kata Prof. JJ.

Atas dasar itu, Prof. JJ meminta para lulusan menjadikan integritas sebagai landasan ketika menggunakan teknologi. Kemampuan memanfaatkan AI harus disertai tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi benar-benar diarahkan untuk menciptakan manfaat.

“Di sinilah letak keunggulan tak tergantikan Saudara sebagai manusia. Jadikan filosofi Siri’ na Pacce sebagai pijakan etos kerja ke depannya,” pesan Prof. JJ.

Prof. JJ juga mengajak para wisudawan menjadikan karakter maritim leluhur Bugis-Makassar sebagai modal menghadapi persaingan dunia. Keberanian para pelaut Bugis-Makassar menjelajahi berbagai wilayah pada masa lalu lahir dari ketajaman membaca kondisi alam, keberanian menghadapi risiko, serta ketahanan mental.

“Pencapaian lintas benua di masa lampau tersebut tidak dicapai secara kebetulan. Ia lahir dari ketajaman membaca data alam, kalkulasi risiko, dan ketahanan mental,” kata Prof. JJ.

Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kompetensi profesional lulusan Unhas. Kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, menghadapi ketidakpastian, dan berani mencoba hal baru merupakan modal penting untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan yang cepat.

Lebih jauh, Prof. JJ menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti ketika seorang mahasiswa memperoleh gelar akademik. Setelah meninggalkan kampus, lulusan Unhas memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Pencapaian lulusan seharusnya tidak hanya diukur dari keberhasilan karier, tetapi dari seberapa besar kontribusi yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat. Setiap ilmu, teknologi, dan gagasan yang dimiliki perlu diwujudkan melalui pengabdian dan inovasi yang memberikan dampak nyata.

“Jadikan profesionalisme dan karya Saudara sebagai bentuk pengabdian. Hadirkan inovasi yang memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. JJ.

Sebelum prosesi wisuda berakhir, Prof. JJ mengajak para wisudawan untuk sejenak menatap orang tua dan keluarga yang hadir mendampingi mereka. Ia mengingatkan bahwa pencapaian gelar akademik yang diraih hari ini tidak terlepas dari dukungan keluarga.

“Dengan rasa bangga, kami menyerahkan kembali mereka kepada keluarga; kini sebagai sosok-sosok pemikir muda yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” kata Prof. JJ.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....