Unhas dan Vrije Universiteit Amsterdam Kolaborasi Menyiapkan Generasi Doktoral
- 18 Sep 2026 08:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali membuka ruang bagi tumbuhnya Generasi Doktoral dari kawasan Indonesia Timur melalui Pre-Doctoral Programme 2026. Bekerja sama dengan Vrije Universiteit Amsterdam (VU Amsterdam), program ini menjadi tahap persiapan bagi akademisi dan calon mahasiswa doktoral sebelum melanjutkan perjalanan PhD, khususnya ke Belanda.
Memasuki tahun kedua, Pre-Doctoral Programme 2026 mencatat pertumbuhan peserta yang cukup signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Sebanyak 31 akademisi dan calon mahasiswa doktoral dinyatakan lolos seleksi dokumen bahasa dan proposal riset untuk mengikuti tahapan Face-to-Face (F2F), meningkat lebih dari dua kali lipat dari 13 peserta pada 2025.
“Kita sekarang berada di era jejaring, era Internet of Things, bahkan telah memasuki era AI of Things,” pesan Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, dilansir dari pernyataanya, Rabu 16 September 2026. Pesan tersebut menjadi dorongan bagi peserta agar tidak berhenti mencari kesempatan untuk memperluas kapasitas akademik di tengah perubahan teknologi dan perkembangan dunia pendidikan.
Menariknya, peserta program tahun ini tidak hanya berasal dari lingkungan Unhas. Dari total 31 peserta, enam orang merupakan akademisi dan calon mahasiswa doktoral dari perguruan tinggi lain, dengan wilayah asal peserta membentang dari Nusa Tenggara Barat hingga Papua.
Kehadiran peserta dari berbagai kampus memperlihatkan bahwa pengembangan Generasi Doktoral tidak hanya menjadi kebutuhan satu perguruan tinggi. Program yang digagas Unhas dan VU Amsterdam tersebut sekaligus membuka ruang bagi akademisi Indonesia Timur untuk mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pendidikan doktoral di luar negeri.
Program ini diselenggarakan Direktorat Inovasi Pembelajaran Unhas bersama VU Amsterdam dengan menghadirkan Dr. Denyse Snelder dan Dr. Sabina Di Prima sebagai pembimbing. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai research skills, academic competencies, dan presentation skills yang dibutuhkan untuk memasuki pendidikan doktoral.
Selama sesi F2F, peserta tidak hanya diminta menyampaikan gagasan penelitian, tetapi juga menguji kembali arah riset yang telah disiapkan. Proses tersebut mencakup upaya memperjelas relevansi topik, menghubungkannya dengan literatur yang lebih luas, serta memilih pendekatan metodologi yang dinilai sesuai.
“Jangan berhenti memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan diri,” pesan Prof. JJ. Rektor Unhas bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., turut memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta.
Penguatan Generasi Doktoral dalam program ini juga dilakukan melalui sesi one-to-one coaching. Pendampingan tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring pada awal Oktober untuk memberikan masukan yang lebih spesifik terhadap proposal penelitian masing-masing peserta.
Bagi Unhas, program tersebut tidak berhenti pada upaya menghasilkan proposal penelitian yang lebih siap untuk diajukan. Persiapan akademik, mental, dan strategi juga menjadi bagian penting sebelum peserta benar-benar memasuki perjalanan pendidikan PhD.
Pimpinan Unhas secara khusus mendorong dosen untuk terus meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memanfaatkan peluang studi doktoral di luar negeri. “Maka jangan berhenti memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan diri,” tegas Prof. JJ.
Kegiatan Face-to-Face Pre-Doctoral Programme 2026 berlangsung selama lima hari, 7–11 September 2026, di Universitas Hasanuddin, Makassar. Dengan bertambahnya jumlah peserta dari 13 orang pada 2025 menjadi 31 orang tahun ini, program tersebut menunjukkan semakin luasnya ruang persiapan bagi Generasi Doktoral dari Indonesia Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....