Mahasiswa Farmasi Unhas Kembangkan Inovasi Penghantaran Pirazinamid ke Otak

  • 12 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi sistem penghantaran obat untuk mendukung terapi tuberkulosis meningitis (TBM). Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Tim terdiri atas Wa Ode Nazwa Nurul Khatimah sebagai ketua, bersama Aliah Nur Syafitri, Nadiah Rahmarizany Mustafa, Nurhikma, dan Immanuel Sandra Rantekata sebagai anggota. Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan dosen pendamping Dewi Purwaningsih, S.Si., M.S.Farm., Apt.

Inovasi yang dikembangkan bernama PZA-NLC-TSG. Sistem tersebut menggunakan pirazinamid (PZA) berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dan Thermosensitive In Situ Gel (TSG) melalui rute transnasal.

Tuberkulosis meningitis merupakan infeksi tuberkulosis yang menyerang selaput otak dan sistem saraf pusat. Salah satu tantangan dalam pengobatannya adalah penghantaran obat menuju jaringan otak sebagai lokasi infeksi.

Pirazinamid merupakan salah satu obat antituberkulosis yang digunakan dalam terapi tuberkulosis, termasuk tuberkulosis meningitis. Tim kemudian memanfaatkan NLC sebagai pembawa pirazinamid dan mengombinasikannya dengan TSG.

NLC berperan membawa zat aktif, sedangkan TSG dirancang untuk mempertahankan sediaan pada mukosa hidung. Sediaan diberikan melalui hidung dalam bentuk cair dan dapat berubah menjadi gel ketika mencapai suhu tubuh.

Perubahan tersebut diharapkan dapat memperpanjang waktu kontak sediaan pada mukosa hidung. Kondisi itu diharapkan dapat mendukung proses penghantaran obat menuju sistem saraf pusat.

Rute transnasal dipilih karena terdapat jalur olfaktorius dan trigeminal yang memiliki hubungan dengan sistem saraf pusat. Kombinasi NLC dan TSG tersebut dikembangkan sebagai pendekatan brain delivery untuk membantu penghantaran pirazinamid menuju jaringan otak.

Ketua Tim PKM Wa Ode Nazwa Nurul Khatimah mengatakan penelitian tersebut dikembangkan sebagai upaya mencari pendekatan baru dalam mengatasi tantangan penghantaran obat pada tuberkulosis meningitis.

“Kami mencoba mengembangkan sistem penghantaran pirazinamid melalui rute transnasal dengan mengombinasikan NLC dan TSG. Sistem ini dirancang untuk membantu mempertahankan sediaan pada mukosa hidung sehingga berpotensi mendukung penghantaran obat menuju otak,” ujarnya.

Melalui inovasi tersebut, tim berharap PZA-NLC-TSG dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu pendekatan teknologi penghantaran obat menuju otak. Inovasi itu juga diharapkan dapat mendukung pengembangan terapi tuberkulosis meningitis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....