Dosen Prodi Rekayasa Kehutanan Unhas Kembangkan Laminasi Bambu Terwarnai

  • 06 Agt 2026 09:06 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Limbah hasil hutan kerap dipandang sebagai material sisa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, melalui sentuhan teknologi sederhana berbasis riset, material tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang membuka peluang usaha baru sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Salah satu inovasi tersebut adalah laminasi bambu terwarnai, teknologi yang mengombinasikan proses laminasi dengan pewarnaan sintetis untuk menghasilkan produk dengan kualitas visual dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selain meningkatkan nilai estetika, teknologi ini juga memperluas potensi pemanfaatan bambu sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan (handycraft) dan produk kreatif lainnya.

Melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus, dosen Program Studi (Prodi) Rekayasa Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan inovasi tersebut kepada masyarakat di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas. Program ini memperoleh dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas melalui Skim Program Pengabdian kepada Masyarakat Unhas Tahun Anggaran 2026.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diedukasi mengenai pemanfaatan limbah-limbah yang tersedia di sekitar kawasan hutan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep pengolahan bambu laminasi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelatihan, mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap pengembangan keterampilan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Ir. Andi Detti Yunianti, M.P., menjelaskan bahwa laminasi bambu merupakan salah satu produk dengan potensi nilai ekonomi. Dengan pengembangan yang terarah dan sistematis, masyarakat berpeluang memperoleh pendapatan tambahan dan meningkatkan perekonomian.Tokoh & Masyarakat “Saya berharap masyarakat sekitar KHDTK Hutan Pendidikan dapat bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Unhas untuk menyiapkan bahan baku pembuatan handycraft dari laminasi bambu,” tutur Prof. Andi Detti Yunianti, Rabu, 5 Agustus 2026.

"Melalui penguatan inovasi berbasis hasil riset dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa aspek Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, program ini berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan peluang usaha berbasis sumber daya lokal, " tambahnya.

Dikatakan, program ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui hilirisasi inovasi perguruan tinggi, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Laminasi Bambu Terwarnai ini diselenggarakan oleh dosen Prodi Rekayasa Kehutanan Fakultas Kehutanan Unhas melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus di KHDTK Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas, Kabupaten Maros.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....