Unibos Dorong Generasi Muda Mandiri menuju Indonesia Emas
- 19 Agt 2026 09:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar: Mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki karakter dan kepemimpinan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Bosowa, Prof. Dr. Delly Mustafa, M.Si., dalam kegiatan “Membangun Generasi Muda Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar PT BPR Sulawesi Mandiri di Lounge Hotel Horison Makassar, Selasa 18 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti para pimpinan universitas di wilayah operasional PT BPR Sulawesi Mandiri dan menjadi ruang untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan sekaligus mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan.
Prof. Delly mengatakan, generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama dalam menentukan kualitas Indonesia saat memasuki usia 100 tahun kemerdekaan. Karena itu, mereka perlu dibekali kompetensi, kemampuan berwirausaha, literasi keuangan, kecakapan digital, serta karakter dan integritas.
“Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan pada 2045 membutuhkan generasi muda yang berpendidikan, memiliki kompetensi unggul, mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta kreatif dan inovatif,” jelas Prof. Delly.
Menurutnya, kemandirian tidak hanya berarti mampu menghasilkan pendapatan sendiri, tetapi juga mencakup kemampuan intelektual, ekonomi, finansial, dan digital. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang.
“Generasi muda mandiri adalah generasi yang memiliki kemampuan untuk mandiri secara intelektual, ekonomi, finansial, dan digital, serta mampu mengambil keputusan,” tuturnya.
Prof. Delly juga mengingatkan berbagai tantangan di era digital, termasuk pinjaman online ilegal dan penipuan digital. Peningkatan literasi keuangan dan kecakapan digital dinilai penting agar generasi muda mampu mengelola keuangan dan mengambil keputusan secara bijak.
Ia menilai sektor perbankan juga dapat menjadi mitra bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi ekonomi dan kewirausahaan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui penguatan literasi keuangan, pengembangan usaha, dan akses terhadap ekosistem kewirausahaan.
“Perbankan harus hadir bukan hanya sebagai lembaga finansial, tetapi juga sebagai partner bagi generasi muda dalam membangun masa depan ekonominya,” ungkapnya.
Melalui sinergi perguruan tinggi, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan, finansial, dan kewirausahaan yang mendukung lahirnya generasi muda Indonesia yang unggul, mandiri, adaptif, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....