Mahasiswa KKN 116 Unhas Susun Peta Administrasi Desa Bonto Tiro Berbasis SIG

  • 05 Agt 2026 18:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 116 Universitas Hasanuddin Tematik Pemberdayaan Desa menyusun Peta Administrasi Desa Bonto Tiro berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Selasa (4/8/2026). Program tersebut bertujuan menyediakan data spasial yang akurat untuk mendukung administrasi dan perencanaan pembangunan desa.

Program kerja individu ini dilaksanakan oleh Fita Lutfiyati, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Penyusunan peta dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS dengan mengolah dan mengintegrasikan data spasial sehingga menghasilkan peta administrasi yang informatif dan mudah dipahami.

Peta administrasi tersebut memuat batas tujuh dusun, yakni Dusun Bonde, Borong Ganjeng, Erasayya, Kasiping, Lembang Loe, Pandang Pandang, dan Sarroangin. Selain itu, peta juga menampilkan jaringan jalan, aliran sungai, serta lokasi fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah, masjid, dan puskesmas yang dilengkapi legenda, skala, arah utara, koordinat geografis, serta peta lokasi (inset).

Program ini diharapkan mendukung kebutuhan administrasi desa melalui penyediaan informasi geospasial yang terstandar. Penyusunan peta juga menjadi bentuk penerapan ilmu Sistem Informasi Geografis (SIG) sekaligus mendukung pembangunan desa yang berbasis data.

Penanggung jawab program, Fita Lutfiyati, mengatakan peta administrasi merupakan dokumen penting yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, peta tersebut juga dapat mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat dan menjadi acuan dalam penyusunan program pembangunan.

"Melalui program kerja ini, kami berharap Pemerintah Desa Bonto Tiro memiliki peta administrasi yang akurat, informatif, dan mudah dipahami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media informasi wilayah, mendukung kebutuhan administrasi desa, serta menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan yang berbasis data spasial," ujar Fita Lutfiyati.

Hasil penyusunan menunjukkan seluruh wilayah Desa Bonto Tiro telah terpetakan secara administratif beserta unsur pendukungnya. Peta akhir tersedia dalam format digital PDF dan PNG untuk dipublikasikan melalui website desa, serta dicetak dalam bentuk spanduk yang diserahkan kepada Pemerintah Desa Bonto Tiro sebagai media informasi dan referensi administrasi wilayah.

Pemerintah Desa Bonto Tiro menyambut baik program tersebut karena menghasilkan data spasial yang lebih lengkap dan terstandar. Peta administrasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa, masyarakat, maupun instansi terkait dalam mendukung penyediaan informasi wilayah dan perencanaan pembangunan yang lebih efektif, terarah, serta berbasis data.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....