Tim Patriot Unhas di Kawasan Transmigrasi Lutim Siapkan Inovasi WebGIS Agraria
- 03 Agt 2026 18:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pengelolaan kawasan transmigrasi tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi mengenai kondisi wilayah, pemanfaatan lahan, hingga potensi kawasan menjadi fondasi penting dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 2026 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi Web Geographic Information System (WebGIS) Agraria di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Program tersebut merupakan salah satu upaya menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pengelolaan kawasan transmigrasi.
Melalui platform digital berbasis spasial, tim berupaya menyediakan sistem informasi yang dapat membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam mengelola data agraria secara lebih sistematis, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan wilayah.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot Mahalona, Ir. Regita Faridatunisa Wijayanti S.T., M.T., M.Sc, menjelaskan bahwa program yang dirancang tidak sekadar menghasilkan sebuah aplikasi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah masa penugasan berakhir. "Kami memiliki program kerja yang aplikatif, yaitu membuat aplikasi WebGIS Agraria di Mahalona agar tidak berakhir hanya sebagai laporan. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan kepada warga agar aplikasi tersebut dapat dikelola secara mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," jelas Regita, Senin 3 Agustus 2026.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen tim untuk menghadirkan solusi yang tidak berhenti pada proses pengabdian, melainkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu memperbarui dan mengembangkan data secara mandiri sesuai kebutuhan kawasan.
Pemanfaatan WebGIS juga membuka peluang bagi pemerintah desa untuk memiliki basis data yang lebih terintegrasi dalam mendukung perencanaan pembangunan. Dengan informasi spasial yang terdokumentasi secara digital, proses identifikasi potensi wilayah maupun pengelolaan sumber daya diharapkan menjadi lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Inovasi yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot mendapat sambutan positif dari pemda Luwu Timur. Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Timur, Sumarianto, S.P., M.P., menilai pendekatan berbasis teknologi yang diterapkan sejalan dengan kebutuhan pengembangan kawasan transmigrasi yang semakin mengedepankan pemanfaatan data dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Menurut Sumarianto, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diterapkan langsung di masyarakat.
"Kami siap mengawal Tim Ekspedisi Patriot di Mahalona dalam setiap langkah pengabdian. Kami berharap program yang dikembangkan, khususnya WebGIS Agraria, dapat menjadi instrumen yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan," jelas Sumarianto.
Dukungan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Sinergi tersebut diharapkan akan mempercepat implementasi berbagai program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan transmigrasi. Bagi Unhas, pengembangan WebGIS Agraria merupakan salah satu bentuk hilirisasi pengetahuan dari kampus ke masyarakat.
Sebelum memulai pelaksanaan program, Tim Ekspedisi Patriot membangun koordinasi bersama pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk menyamakan persepsi mengenai program kerja sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjawab kebutuhan kawasan transmigrasi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Muhtar, S.P., M.P. selaku Kepala Bidang Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi, Arif, S.E. dan Sugeng Widodo, S.T. sebagai Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat, serta perwakilan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan ini berlangsung pada Minggu 2 Agustus 2026 di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.
Pelaksanaan program di Kawasan Transmigrasi Mahalona ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola wilayah, SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem informasi kawasan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Unhas, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Ekspedisi Patriot tidak hanya menjadi ruang pengabdian, tetapi juga laboratorium penerapan sains dan teknologi yang berkontribusi pada pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
Adapun TIM Ekspedisi Patriot Mahalona, yakni :
Ketua: Ir. Regita Faridatunisa Wijayanti S.T., M.T., M.Sc.
Anggota:
- Dina Rovivah, S.T
- Nur Fauziah Faisal, S.Pi
- La Ode Arus Hidayat, S.Kom
- Abd. Rahman. S.Hut
- Muh. Imran Gymnastiar, S.T.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....