Enam Jurnal Unhas Raih Akreditasi Baru, Perkuat Dampak Riset bagi Masyarakat
- 01 Agt 2026 11:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Hasil penelitian baru dapat dipercaya ketika melalui proses ilmiah yang ketat. Sebelum menjadi rujukan bagi akademisi, pemerintah, maupun masyarakat, sebuah artikel harus melewati telaah sejawat (peer review), penyuntingan, hingga pengelolaan jurnal yang memenuhi standar nasional maupun internasional. Karena itu, kualitas sebuah jurnal ilmiah tidak hanya diukur dari banyaknya artikel yang diterbitkan, tetapi juga dari tata kelola yang menjamin integritas dan kredibilitas ilmu pengetahuan.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 3 Tahun 2025 yang diumumkan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebanyak enam jurnal Unhas memperoleh hasil akreditasi terbaru, terdiri atas tiga jurnal yang berhasil meningkat dari SINTA 4 menjadi SINTA 3 serta tiga jurnal yang meraih akreditasi perdana.
Hal ini menambah deretan jurnal Unhas yang meraih akreditasi nasional. Saat ini terdapat 122 jurnal yang diterbitkan oleh berbagai unit di Unhas. Sebanyak 98 diantaranya telah terindeks nasional (Garuda-Ristek), 36 terindeks SINTA, dan 6 terindeks internasional.
Direktur Manajemen Publikasi, Prof. Dr. Andi Dirpan, STP., M.Si., menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif para pengelola jurnal dalam menjaga mutu publikasi ilmiah secara berkelanjutan. "Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengelola jurnal. Bagi kami, capaian ini bukan sekadar angka peringkat. Akreditasi merupakan indikator kesehatan tata kelola jurnal, sedangkan muaranya tetap pada reputasi keilmuan dan dampak nyata riset Unhas bagi masyarakat," jelas Prof. Dirpan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 1 Agustus 2026.
Menurut Prof. Dirpan, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa penguatan ekosistem publikasi ilmiah di Unhas berlangsung secara merata di berbagai disiplin ilmu. Kenaikan peringkat tidak hanya terjadi pada satu bidang, melainkan mencakup rumpun kedokteran dan veteriner, kelautan dan perikanan, hingga teknologi pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa budaya menjaga mutu publikasi telah berkembang di berbagai fakultas.
Keberhasilan dua jurnal pengabdian masyarakat memperoleh akreditasi menjadi perkembangan yang penting. Ini membuka ruang luas bagi inovasi yang lahir dari pengabdian masyarakat untuk menjadi sumber pengetahuan ilmiah yang dapat dipelajari, diuji, dan diterapkan kembali oleh pihak lain. "Dua di antara jurnal yang baru terakreditasi adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat. Ini penting, karena berarti hasil pengabdian kini terdokumentasi secara ilmiah dan dapat direplikasi, bukan berhenti sebagai laporan kegiatan," tambah Prof. Dirpan.
Di balik capaian tersebut, Prof. Dirpan menyebutkan, Manajemen Publikasi Unhas menerapkan sistem pendampingan berkelanjutan. Seluruh jurnal dipetakan berdasarkan tingkat perkembangannya, mulai dari jurnal rintisan, jurnal yang siap diajukan akreditasi, hingga jurnal yang berpotensi naik peringkat. Setiap kelompok memperoleh strategi pembinaan yang berbeda sehingga proses penguatan kualitas dapat berlangsung lebih efektif. Pendampingan juga dilakukan melalui evaluasi berbasis instrumen ARJUNA, coaching clinic, pelatihan pengelolaan Open Journal System (OJS), penguatan penggunaan DOI dan ORCID, pemeriksaan kemiripan naskah, hingga peningkatan kualitas proses peer review.
Selain itu, universitas memperkuat disiplin penerbitan berkala, dokumentasi proses editorial, mentoring antarpengelola jurnal, serta monitoring secara rutin terhadap perkembangan setiap jurnal. "Pendekatan kami bertumpu pada pendampingan yang terstruktur, bukan sekadar imbauan. Seluruh jurnal dipetakan ke dalam beberapa klaster sehingga setiap pengelola memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya. Dengan cara ini, kelemahan dapat diidentifikasi dan diperbaiki jauh sebelum proses akreditasi berlangsung," tambah Prof. Dirpan.
Menurutnya, menjaga kualitas jurnal merupakan proses yang membutuhkan konsistensi. Sebuah jurnal hanya dapat meningkatkan peringkat apabila mampu menjaga ketepatan waktu terbit, kualitas proses telaah sejawat, serta mutu naskah yang dipublikasikan secara berkesinambungan. Karena itu, akreditasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan tolok ukur bahwa tata kelola ilmiah berjalan dengan baik.
Ke depan, Unhas menargetkan seluruh jurnal yang dikelolanya memiliki status akreditasi nasional, sekaligus meningkatkan jumlah jurnal pada peringkat SINTA 1 dan SINTA 2. Dalam jangka panjang, universitas juga mendorong jurnal-jurnal unggulannya untuk terindeks pada pangkalan data bereputasi internasional melalui penguatan kualitas substansi, profesionalisme tim penyunting, dan konsistensi penerbitan.
"Pada akhirnya, kami ingin jurnal Unhas menjadi kanal diseminasi riset yang kredibel, khususnya bagi isu-isu strategis kawasan timur Indonesia seperti kelautan, pertanian tropis, kesehatan, dan lingkungan. Dengan demikian, karya ilmiah tidak hanya terakreditasi, tetapi juga dibaca, disitasi, dan dimanfaatkan secara luas," tutup Prof. Dirpan.
Enam Jurnal Raih Akreditasi Baru
- Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) dari Fakultas Kedokteran, dari Sinta 4 menjadi Sinta 3.
- Torani Journal of Fisheries and Marine Science dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), dari Sinta 4 menjadi Sinta 3.
- AgriTechno dari Fakultas Teknologi Pertanian, dari Sinta 4 menjadi Sinta 3.
- Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat, akreditasi baru SINTA 4,
- AbdiTechno (Jurnal Pengabdian Masyarakat), akreditasi baru SINTA 5.
- Jurnal Lanskap dan Lingkungan (JULIA), akreditasi baru SINTA 5.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....