IDI Makassar Ingatkan Dokter Baru Pentingnya Resiliensi dan Integritas

  • 20 Jul 2026 20:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar: Sebanyak 15 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (FK Unibos) diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan nasional setelah resmi menjalani yudisium dan pengambilan sumpah dokter Program Studi Profesi Dokter Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Balai Sidang 45 Unibos, Senin, 20 Juli 2026. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar, Dr. Muhammad Arif Sutrisno Amin, MARS, yang menilai lulusan baru memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan tenaga medis di Indonesia.

Menurut Dr. Arif, Indonesia hingga kini masih menghadapi kekurangan sekitar 90 ribu dokter umum untuk memenuhi rasio ideal tenaga kesehatan. Selain jumlah yang masih terbatas, persoalan pemerataan distribusi dokter di berbagai daerah juga menjadi tantangan yang harus diatasi. Karena itu, kehadiran dokter-dokter baru dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Bosowa, dinilai menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.

"Hari ini 15 alumni Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa telah mengambil sumpah sebagai dokter. Mereka akan menjadi bagian dari tenaga kesehatan yang nantinya mengabdi di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya," ujar Dr. Muhammad Arif Sutrisno Amin.

Ia menjelaskan bahwa dokter masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu kedokteran dan keterampilan klinis, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, adaptasi, serta ketangguhan dalam menghadapi perubahan dunia kesehatan. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi kesehatan sehingga dokter dituntut mampu memberikan penjelasan yang ilmiah, komunikatif, dan mudah dipahami oleh pasien.

"Yang paling dibutuhkan saat ini adalah resilensi atau ketangguhan. Dokter harus tangguh berkomunikasi dengan pasien, mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengambil keputusan di bawah tekanan," katanya.

Dr. Arif menambahkan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan internet membuat banyak pasien telah mencari informasi mengenai penyakit sebelum berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tersebut menuntut tenaga medis untuk terus memperbarui pengetahuan, mengedepankan pendekatan berbasis bukti ilmiah, serta mampu membangun komunikasi yang baik agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tetap terjaga.

Ia juga mengajak seluruh dokter baru FK Unibos untuk menjaga integritas profesi, nama baik almamater, dan terus meningkatkan kompetensi sepanjang kariernya. Menurutnya, profesi dokter merupakan profesi yang menuntut pembelajaran sepanjang hayat sehingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Melalui pengambilan sumpah 15 dokter baru tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Kehadiran lulusan baru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat layanan kesehatan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga medis yang berkualitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....