Mahasiswa Unibos Dalami Industri Kerang Mutiara

  • 16 Jun 2026 12:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa menggelar Kuliah Praktisi yang menghadirkan ahli budidaya kerang mutiara dari industri nasional pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung proses pembenihan, budidaya, hingga prospek industri mutiara yang menjadi salah satu komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi di Indonesia.

Kuliah praktisi dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, Dr. Amiruddin, S.P., M.P. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya mempertemukan dunia akademik dengan dunia industri agar mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa tidak hanya dengan teori, tetapi juga pengalaman dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan sekaligus peluang yang tersedia di sektor budidaya perairan.

“Mahasiswa perlu melihat bagaimana ilmu yang dipelajari di kelas diterapkan secara nyata di lapangan. Melalui kuliah praktisi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman industri secara langsung agar mahasiswa memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai tantangan, peluang, dan kompetensi yang dibutuhkan di sektor budidaya perairan,” ujar Amiruddin.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari PT Globalindo Mutiara, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, yakni Erliyanti, S.Pi., sebagai praktisi ahli pembenihan kerang mutiara dan Amran Iskandar, S.Pi., sebagai praktisi ahli budidaya kerang mutiara. Keduanya membagikan pengalaman serta pengetahuan terkait proses produksi mutiara dalam skala industri.

Pada sesi pertama, Erliyanti menjelaskan bahwa tahap pembenihan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya kerang mutiara. Ia menguraikan berbagai aspek yang harus diperhatikan, mulai dari kualitas indukan, kestabilan suhu perairan, sistem aerasi, hingga ketersediaan pakan alami berupa fitoplankton yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan larva.

“Pembenihan merupakan tahap yang paling menentukan. Jika kualitas indukan tidak baik atau kondisi lingkungan tidak stabil, maka proses pemijahan akan terganggu. Bahkan kadar oksigen yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat menyebabkan kerang gagal memijah,” jelas Erliyanti.

Sementara itu, pada sesi berikutnya, Amran Iskandar memaparkan tahapan budidaya kerang mutiara hingga menghasilkan mutiara berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa kualitas mutiara dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari proses implantasi inti mutiara, kondisi lingkungan perairan, kualitas pakan, hingga kesehatan kerang selama masa pemeliharaan.

Menurut Amran, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat produksi mutiara dunia karena didukung kondisi perairan tropis yang sangat sesuai bagi pertumbuhan kerang mutiara. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan penguasaan teknologi, inovasi, serta sumber daya manusia yang kompeten.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut yang luar biasa. Tantangan kita adalah bagaimana mengelolanya dengan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki daya saing global,” ungkap Amran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., yang memberikan apresiasi terhadap upaya Program Studi Budidaya Perairan dalam menghadirkan pengalaman industri ke lingkungan akademik. Ia menilai sektor kelautan dan perikanan merupakan bidang strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa dan dosen terkait manajemen produksi, teknik pembenihan, pengendalian kualitas, hingga strategi pengembangan industri mutiara di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai budidaya kerang mutiara, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai peluang usaha dan prospek pengembangan sektor akuakultur sebagai salah satu penggerak ekonomi maritim berkelanjutan di masa depan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....