Praktisi Pendidikan : SPMB Diharapkan Beri Kesempatan Setara bagi ABK

  • 10 Jun 2026 08:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Komitmen Kota Makassar sebagai kota inklusif harus tercermin dalam setiap layanan publik, termasuk pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Hal tersebut menjadi salah satu poin pembahasan dalam Program Dialog Interaktif PRO1 RRI Makassar, Selasa, 9 Juni 2026 menghadirkan Praktisi Pendidikan, Abdul Rahman sebagai narasumber.

Abdul Rahman menekankan pentingnya menjamin akses pendidikan yang setara bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) agar tidak mengalami diskriminasi dalam memperoleh hak pendidikan. Menurut Abdul Rahman, pengakuan Makassar sebagai kota inklusif tidak boleh berhenti pada slogan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk bersekolah.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk anak berkebutuhan khusus. Karena itu, sistem penerimaan murid baru harus mampu mengakomodasi kebutuhan mereka agar tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan," kata Abdul Rahman.

Ia menjelaskan keberadaan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan SPMB yang ramah bagi ABK. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum meratanya kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana, tenaga pendidik, serta layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

"Sekolah inklusif tidak hanya menerima siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga harus siap memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka,termasuk di Kota Makassar dimana adik-adik yang Berkebutuhan Khusus ini hanya mampu di arahkan ke SLB karena berbagai hal yang menyangkut kebutuhan mereka belum terakomodir di sekolah negeri baik infrastruktur yang ramah difabel hingga keterbatasan tenaga pendidiknya, " kata Rahman.

Abdul Rahman menilai proses SPMB 2026 tahun ini harus memberikan ruang yang lebih luas bagi ABK melalui mekanisme penerimaan yang fleksibel dan tidak memberatkan. Menurutnya, proses seleksi perlu mempertimbangkan aspek kebutuhan khusus peserta didik sehingga mereka memiliki peluang yang sama untuk diterima di sekolah yang dekat dan sesuai dengan kondisi mereka.

"Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena sistem belum mampu mengakomodasi kebutuhan khusus yang dimilikinya," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Menurut Abdul Rahman, keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang menerima ABK, tetapi juga dari sejauh mana peserta didik tersebut dapat belajar, berkembang, dan berinteraksi secara nyaman di lingkungan sekolah.

"Inklusivitas berarti memberikan kesempatan yang setara serta memastikan setiap anak merasa diterima dan dihargai di sekolahnya," tuturnya.

Dalam dialog tersebut, Abdul Rahman juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pendidikan inklusif. Namun ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas layanan harus terus dilakukan, terutama dalam penyediaan guru pendamping khusus, pelatihan tenaga pendidik, serta penguatan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

"Komitmen sebagai kota inklusif harus terus diperkuat melalui kebijakan yang nyata dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya," ungkapnya.

Menutup perbincangan, Abdul Rahman berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak di Kota Makassar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kota inklusif dapat dilihat dari kemampuannya menjamin hak pendidikan tanpa diskriminasi bagi semua warga.

"Ketika anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang setara, maka sesungguhnya kita sedang membangun kota yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan benar-benar inklusif," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....