Unibos Tekankan Etika dan Empati pada Dokter Baru

  • 26 Mei 2026 14:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa menekankan pentingnya etika profesi dan empati dalam pelayanan kesehatan pada prosesi Pengambilan Sumpah Dokter Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Balai Sidang 45 Unibos, Senin, 25 Mei 2026. Sebanyak 13 dokter baru resmi diambil sumpahnya dalam prosesi yang dihadiri jajaran pimpinan Universitas Bosowa, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, sivitas akademika, serta keluarga para lulusan dokter.

Ketua IDI Kota Makassar, dr. Muhammad Ihsan Kitta, M.Kes., Sp.O.T., Subsp.A(K)., FACS., menegaskan bahwa profesi dokter bukan hanya berkaitan dengan kemampuan medis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan komunikasi kemanusiaan kepada pasien. Menurutnya, banyak persoalan dalam pelayanan kesehatan muncul bukan semata karena kompetensi klinis, melainkan lemahnya komunikasi antara dokter dan pasien dalam proses pelayanan medis.

“Profesi dokter bukan hanya soal ilmu, tetapi juga bagaimana memperlakukan pasien dengan empati dan komunikasi yang baik. Pasien datang bukan hanya membawa penyakit, tetapi juga rasa takut dan harapan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para dokter baru agar terus memperbarui ilmu pengetahuan di tengah perkembangan teknologi kesehatan dan derasnya arus informasi digital yang kini mudah diakses masyarakat. “Kalau dokter tidak terus meng-update ilmu, bisa kalah pengetahuan dengan pasien yang lebih dulu mencari informasi dari gadget mereka. Karena itu, dokter harus terus belajar sepanjang hayat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Bosowa, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa sumpah dokter merupakan kontrak moral yang akan melekat sepanjang perjalanan profesi seorang dokter. Menurutnya, Universitas Bosowa tidak hanya berfokus mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Sumpah dokter bukan hanya janji formal, tetapi kontrak moral seumur hidup. Dokter adalah profesi kepercayaan publik yang dibangun di atas kompetensi, integritas, empati, dan tanggung jawab etik,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unibos, Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And., berharap seluruh dokter baru dapat menjaga nama baik profesi serta tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan kesehatan. Melalui prosesi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan tenaga medis profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan modern dengan integritas dan empati tinggi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....