Unibos Perkuat Evaluasi Kinerja Dosen ASN DPK

  • 21 Mei 2026 19:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Bosowa kembali memperkuat tata kelola sumber daya manusia perguruan tinggi melalui agenda Sosialisasi Kebijakan Kepegawaian dan Evaluasi Kinerja Dosen ASN DPK yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, di Ruang Rapat Lantai 9 Gedung I Universitas Bosowa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan pengelolaan dosen bersama LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, khususnya dalam penguatan evaluasi kinerja, administrasi akademik, serta tata kelola kelembagaan yang berbasis profesionalisme dan akuntabilitas.

Agenda ini diikuti para dosen ASN DPK Universitas Bosowa dan menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas berbagai kebijakan terbaru terkait pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi swasta. Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Universitas Bosowa, Dr. Ali Anas, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa evaluasi kinerja dosen tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

“Kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan sumber daya manusianya. Karena itu, evaluasi kinerja dosen harus dipandang sebagai proses penguatan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab akademik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dipandu Kepala Departemen Rekrutmen, Penempatan, Peningkatan Kompetensi dan Kelembagaan Universitas Bosowa, Abdillah S.A.S., S.Kom., M.Pd., yang memoderatori sesi sosialisasi sekaligus diskusi interaktif bersama peserta.

Sementara itu, materi utama dibawakan Kiki Reskyani Munis yang memaparkan sejumlah kebijakan strategis terkait monitoring dan evaluasi tunjangan kinerja, evaluasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), log harian dosen, hingga tindak lanjut Surat Keputusan Penyetaraan Dosen Tetap Yayasan. Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan pentingnya sinkronisasi administrasi kinerja dosen dengan sistem tata kelola pendidikan tinggi yang semakin berbasis digital serta tuntutan akuntabilitas kelembagaan yang terus berkembang.

“Transformasi pendidikan tinggi menuntut pengelolaan dosen yang lebih tertib, transparan, dan profesional. Karena itu, seluruh proses evaluasi kinerja harus dipahami sebagai instrumen peningkatan kualitas akademik,” ungkapnya.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga menghadirkan ruang diskusi aktif terkait implementasi kebijakan terbaru, mekanisme evaluasi kinerja dosen, hingga pengembangan karier akademik di lingkungan perguruan tinggi. Melalui agenda tersebut, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang profesional, adaptif, dan berbasis tata kelola kelembagaan yang kuat guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....