Unibos Makassar Kembangkan Kebun Terpadu Modern
- 26 Apr 2026 15:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Penguatan pembelajaran berbasis lapangan terus menjadi fokus pengembangan akademik di Universitas Bosowa. Fakultas Pertanian Unibos bersama Bosowa Wisata Indonesia menggelar rapat koordinasi yang berlangsung pada 25 April 2026 di kawasan kebun pendidikan Integrated Farming System Palangga, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Pertanian Dr. Amiruddin, S.P., M.P., Direktur Utama Bosowa Wisata Indonesia Rama Juniar Saputra, serta jajaran dosen, kepala laboratorium, ketua program studi, dan pengelola kebun. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis dalam menyatukan arah pengembangan Laboratorium atau Kebun Terpadu Fakultas Pertanian.
Dalam sambutannya, Dr. Amiruddin menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana guna mendukung implementasi kurikulum berbasis praktik yang akan diterapkan dalam waktu dekat. Ia menyebut, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa.
“Kami berharap kurikulum baru dapat mulai diterapkan pada semester mendatang dengan dukungan fasilitas yang optimal, baik lahan perkebunan maupun peralatan laboratorium,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan kawasan Integrated Farming System Bosowa memiliki nilai strategis dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif. Menurutnya, kebun pendidikan tersebut dapat menjadi ruang praktik nyata bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan.
“Kebun pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa, sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata yang memperkaya kompetensi lulusan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bosowa Wisata Indonesia, Rama Juniar Saputra, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan tersebut melalui penyediaan berbagai sarana penunjang yang dibutuhkan mahasiswa.
“ Kami ingin pemanfaatan kebun pendidikan ini berjalan maksimal. Dukungan fasilitas seperti mess dan pengelolaan ternak merupakan bagian dari sinergi untuk menunjang proses belajar mahasiswa,” tuturnya.
Rapat koordinasi ini juga menampung berbagai masukan dari Program Studi Peternakan dan Agroteknologi sebagai bagian dari upaya menyempurnakan arah pengembangan kebun terpadu. Kolaborasi antara dunia akademik dan industri ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan sektor pertanian masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....