Muhammadiyah Tekankan Peran Strategis Dosen Kampus
- 17 Apr 2026 13:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan bahwa dosen di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya menjalankan fungsi pengajaran semata. Mereka juga memikul tanggung jawab dakwah, kaderisasi, serta pembentukan karakter mahasiswa sebagai bagian dari misi besar persyarikatan. Pesan tersebut disampaikan dalam materi Risalah Islam Berkemajuan pada kegiatan Darul Arqam Angkatan III Dosen Unismuh Makassar yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar, Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membekali dosen baru dengan pemahaman ideologis Muhammadiyah serta arah pengabdian mereka di dunia akademik dan masyarakat luas. Dihadapan para peserta, Bachtiar menegaskan bahwa Muhammadiyah kini telah berkembang melampaui batas geografis dan tidak lagi sekadar fenomena lokal. “Muhammadiyah sekarang organisasinya tumbuh. Muhammadiyah tidak hanya fenomena lokal di Jogja dan sekitarnya. Bahkan Muhammadiyah menjadi fenomena global setelah menjadi fenomena nasional,” ujarnya menekankan capaian besar organisasi tersebut.
Menurutnya, kemajuan Muhammadiyah dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari meluasnya jaringan organisasi hingga meningkatnya jumlah dan kualitas amal usaha Muhammadiyah (AUM). Ia menyebutkan bahwa kekuatan aset dan kepercayaan publik juga terus meningkat. “AUM semakin banyak, bahkan semakin maju, semakin kuat. Aset Muhammadiyah semakin besar, semakin banyak,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Bachtiar menekankan bahwa tujuan Muhammadiyah bukan sekadar membangun institusi pendidikan atau layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa organisasi ini berdiri untuk menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Konsep ini kemudian dirumuskan dalam gagasan Islam Berkemajuan yang berorientasi pada pencerahan dan kemaslahatan umat. Ia juga mengingatkan bahwa peran dosen Muhammadiyah tidak berhenti pada transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas. Dosen memiliki tanggung jawab lebih luas dalam mendidik, membentuk karakter, serta membangun jiwa mahasiswa. “Tugas bapak ibu mendidik. Mendidik lebih luas daripada mengajar,” ujarnya, menegaskan pentingnya dimensi pendidikan yang holistik.
Dalam konteks perkembangan teknologi dan arus informasi yang pesat, Bachtiar menilai dosen harus mampu menjadi pembentuk karakter mahasiswa. “Bapak ibu tidak hanya tugas mengajar transfer of knowledge, tapi bapak ibu juga harus shape the soul, build the character,” katanya. Ia menambahkan bahwa pendidikan Muhammadiyah bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan membawa keberkahan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pelayanan akademik yang optimal sebagai bagian dari dakwah kampus. Menurutnya, mahasiswa harus dilayani dengan baik dalam seluruh proses akademik agar tercipta kepercayaan dan citra positif institusi. “Sudah masuk di sini, layani baik-baik,” ujarnya, menekankan bahwa pelayanan juga merupakan bentuk dakwah dalam praktik sehari-hari di lingkungan kampus.
Bachtiar turut menekankan pentingnya peran dosen dalam kaderisasi Muhammadiyah. Ia menyebut bahwa dosen merupakan bagian dari kader yang akan melanjutkan perjuangan organisasi di masa depan. “Bapak ibu adalah pewaris daripada Muhammadiyah dan Aisyiyah,” katanya, seraya mengajak dosen untuk aktif dalam kegiatan persyarikatan sebagai bagian dari tanggung jawab ideologis mereka. Menutup materinya, Bachtiar mendorong dosen Muhammadiyah untuk memperluas peran hingga ke tingkat global melalui riset, pengabdian, dan jejaring internasional. Ia berharap dosen mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan ke kancah dunia, sehingga kontribusi Muhammadiyah tidak hanya dirasakan di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....