Seminar Internasional 2026 Kerjasama LPTK PPG UIM

  • 16 Jul 2026 10:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Seminar Internasional bertema “Globalizing Islamic Higher Education through EdTech Innovation and Cross-Border Academic Mobility” atau “Globalisasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Inovasi Teknologi Pendidikan dan Mobilitas Akademik Lintas Negara”,

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hibrida, yakni secara luring di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali serta secara daring melalui aplikasi Zoom. Seminar dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen, guru, mahasiswa PPG, serta sivitas akademika UIM Al-Gazali.

Seminar internasional ini menghadirkan Dekan Urusan Internasional sekaligus Lektor Kepala atau Associate Professor Bahasa Inggris Christ College (Otonom), Irinjalakuda, Kerala, India, Dr. K. J. Varghese, sebagai narasumber utama. Kehadiran Dr. K. J. Varghese memberikan kesempatan bagi sivitas akademika UIM Al-Gazali untuk memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi pendidikan, strategi internasionalisasi perguruan tinggi, serta pentingnya mobilitas dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.

Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami perubahan besar yang terjadi dalam dunia pendidikan tinggi akibat perkembangan teknologi digital. Teknologi pendidikan atau educational technology dinilai telah mengubah cara perguruan tinggi merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran.

Proses pendidikan kini tidak lagi terbatas pada pertemuan secara langsung di dalam ruang kelas. Pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai platform digital yang memungkinkan dosen dan mahasiswa berinteraksi tanpa dibatasi jarak geografis maupun perbedaan negara.

Pemanfaatan teknologi juga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kuliah bersama, seminar internasional, penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lainnya dengan mitra dari luar negeri. Melalui teknologi digital, materi pembelajaran dapat disampaikan dengan lebih terbuka, fleksibel, interaktif, dan mudah diakses.

Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari berbagai tempat, sementara dosen dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dengan memanfaatkan video, aplikasi konferensi daring, sistem manajemen pembelajaran, serta berbagai sumber pengetahuan digital.

Seminar tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam dalam proses transformasi digital. Pengembangan teknologi tidak hanya membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, kemampuan literasi digital, pengembangan kurikulum, serta kebijakan institusi yang mendukung inovasi pembelajaran.

Selain membahas inovasi teknologi pendidikan, seminar turut menyoroti pentingnya mobilitas akademik lintas negara. Mobilitas akademik mencakup pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, kuliah tamu internasional, penelitian bersama, konferensi ilmiah, hingga pengembangan program akademik yang melibatkan perguruan tinggi dari berbagai negara.

Program tersebut dinilai mampu meningkatkan pengalaman akademik, kemampuan komunikasi lintas budaya, penguasaan bahasa asing, serta pemahaman mahasiswa dan dosen terhadap perkembangan pendidikan di tingkat global. Bagi mahasiswa, pengalaman mengikuti kegiatan akademik internasional dapat memperluas cara pandang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk berkompetisi dalam lingkungan global.

Sementara bagi dosen, kolaborasi internasional dapat membuka peluang pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, dan penguatan jejaring akademik. Rektor UIM Al-Gazali menyampaikan pelaksanaan seminar internasional tersebut merupakan salah satu langkah strategis universitas dalam memperkuat proses internasionalisasi kampus.

Menurutnya, perguruan tinggi harus memberikan ruang yang lebih luas kepada dosen dan mahasiswa untuk berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara. Interaksi tersebut penting untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

“Seminar internasional ini merupakan bagian dari komitmen UIM Al-Gazali untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kami ingin dosen dan mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi, bertukar pengetahuan, serta memperoleh pengalaman akademik dalam lingkungan global,” ujar Rektor UIM Al-Gazali.

Ia menjelaskan proses internasionalisasi tidak hanya ditandai dengan pelaksanaan kegiatan bersama mitra asing. Internasionalisasi harus menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola perguruan tinggi.

Kegiatan internasional juga harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kemampuan dosen, mahasiswa, guru, dan seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, seminar internasional diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya berbagai program kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.

Rektor menegaskan perguruan tinggi Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan pendidikan global. Namun, proses adaptasi tersebut tidak boleh menghilangkan identitas, karakter, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan.

“Teknologi pendidikan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses pendidikan, dan memperkuat hubungan akademik lintas negara. Namun, inovasi tersebut harus tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam, akhlak, serta tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi harus diposisikan sebagai sarana untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Penggunaan teknologi juga perlu diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan digital, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, dan kepedulian sosial.

Perguruan tinggi Islam, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan bagi kemaslahatan umat manusia. Oleh sebab itu, transformasi digital harus diiringi dengan penguatan karakter dan etika dalam setiap proses pendidikan.

Rektor UIM Al-Gazali menambahkan bahwa kerja sama dengan Christ College, India, diharapkan tidak hanya terbatas pada pelaksanaan seminar internasional,Rabu,15 Juli 2026. Kolaborasi antara kedua institusi diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui program pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, kuliah tamu, serta pengembangan program akademik lainnya.Kolaborasi internasional harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi sivitas akademika dan mutu institusi,” ungkapnya.

Koordinator PPG LPTK UIM, Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seminar internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen LPTK UIM dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru melalui penguatan jejaring akademik internasional. Menurutnya, tantangan pendidikan di era digital menuntut calon guru dan dosen untuk memiliki kompetensi global yang didukung oleh penguasaan teknologi pembelajaran, kemampuan berkolaborasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Melalui seminar internasional ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa PPG, dosen, dan para guru mengenai perkembangan pendidikan global. Transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons dengan peningkatan kompetensi dan inovasi pembelajaran,” ujar Dr. Supriadi.

Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai program internasional, seperti kuliah tamu, penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, hingga pengembangan kurikulum yang berorientasi pada standar global. “LPTK UIM terus berupaya menghasilkan guru profesional yang tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan beradaptasi, serta wawasan internasional. Hal ini sejalan dengan upaya UIM dalam mencetak pendidik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

Ia berharap seminar internasional ini menjadi agenda akademik yang berkelanjutan dan mampu memperkuat posisi UIM sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program pertukaran mahasiswa dapat memberikan pengalaman belajar dalam lingkungan pendidikan dan budaya yang berbeda. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan dalam lingkungan multikultural.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....