Diskusi Online Unibos Makassar Soroti Konflik Perbatasan RI–Malaysia
- 16 Apr 2026 16:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Isu strategis kawasan perbatasan kembali menjadi sorotan dalam diskusi akademik yang digelar Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bosowa bertajuk Outstanding Boundary Problems Indonesia–Malaysia: Konflik Wilayah dan Jalan Menuju Resolusi. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada, Rabu 15 April 2026 dan diikuti mahasiswa serta peserta umum.
Diskusi menghadirkan Suparman Rasyid, Kasubag Monitoring dan Evaluasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Utara, sebagai narasumber utama. Ia memaparkan secara komprehensif berbagai persoalan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia yang hingga kini masih menjadi tantangan bersama.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi HI Unibos, Muhammad Fahmi Basyhah Fauzi, yang menegaskan bahwa isu perbatasan merupakan bagian penting dalam kajian hubungan internasional. Ia menyebut, pemahaman terhadap persoalan tersebut berkaitan erat dengan aspek kedaulatan, diplomasi, dan kepentingan nasional.
“Pemahaman terhadap isu perbatasan menjadi hal krusial bagi mahasiswa HI, karena berkaitan langsung dengan aspek diplomasi, kedaulatan, dan kepentingan nasional,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Suparman menjelaskan bahwa persoalan outstanding boundary tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
“Konflik wilayah tidak hanya soal garis batas, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif melalui diplomasi, koordinasi lintas sektor, serta komitmen bersama kedua negara,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan pengelolaan kawasan perbatasan berjalan optimal dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dan peserta umum. Sesi tanya jawab berjalan dinamis dengan berbagai perspektif kritis yang mencerminkan tingginya antusiasme terhadap isu strategis di kawasan perbatasan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap isu global dan regional, sekaligus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan serta pemahaman mendalam terhadap dinamika hubungan bilateral Indonesia–Malaysia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....