Akreditasi Teknik Unismuh Makassar Tekankan Mutu Nyata
- 16 Apr 2026 16:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Universitas Muhammadiyah Makassar menegaskan bahwa akreditasi program studi teknik tidak lagi dapat dipahami sebagai sekadar urusan administratif. Di tengah instrumen penilaian yang semakin ketat, akreditasi harus bertumpu pada kesiapan mutu nyata, mulai dari kualitas dosen, kurikulum, hingga keterlacakan lulusan di dunia kerja.
Penegasan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAMTEK) yang digelar di kampus Unismuh Makassar, Rabu 15 April 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Penjaminan Mutu Unismuh Makassar dengan melibatkan unsur BPM, GKM, pimpinan Fakultas Teknik, Pascasarjana, serta tim akreditasi program studi terkait.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan lembaga penjaminan mutu dari sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Muhammadiyah Buton, dan Universitas Muhammadiyah Luwuk. Kehadiran lintas kampus ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memahami instrumen akreditasi terbaru.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa akreditasi tetap menjadi agenda strategis universitas. Ia menyebut, seluruh kebijakan kampus diarahkan untuk mendukung pencapaian akreditasi unggul secara nyata dan berkelanjutan.
“Akreditasi bagi Universitas Muhammadiyah Makassar masih menjadi program prioritas utama, jadi hampir tidak ada kata tidak kalau urusannya akreditasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika diperlukan peningkatan mutu secara cepat, pihak universitas siap melakukan penyesuaian anggaran. Menurutnya, komitmen tersebut penting agar target yang telah dirancang oleh program studi dapat tercapai dengan dukungan nyata dari institusi.
Dalam kesempatan itu, Rakhim juga mengingatkan bahwa akreditasi unggul tidak bisa dicapai hanya dengan mempercantik dokumen administratif. Ia menegaskan bahwa pengakuan dari lembaga eksternal hanya akan lahir jika kualitas internal benar-benar dibangun secara konsisten.
“Tidak mungkin kan kucing di depan cermin terus harimau di dalam cerminnya. Kalau kucing di depan cerminnya, kucing juga di dalam cerminnya,” katanya, menggambarkan pentingnya kesesuaian antara dokumen dan kondisi nyata di lapangan.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Muji Setiyo sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa peluang meraih akreditasi unggul di rumpun teknik terbuka, namun terdapat syarat yang ketat dan tidak bisa ditawar, terutama terkait dosen tetap program studi (DTPS).
Menurutnya, instrumen LAMTEK kini lebih menekankan substansi mutu, termasuk kecukupan basic science dalam kurikulum. “Untuk bisa unggul 5 tahun harus 25 SKS,” ujarnya, merujuk pada pentingnya mata kuliah dasar seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi dalam menopang keilmuan teknik.
Selain kurikulum, aspek produktivitas dosen juga menjadi perhatian utama. Muji menyebut bahwa salah satu syarat unggul adalah minimal 50 persen dosen tetap program studi memiliki karya ilmiah sebagai penulis utama atau korespondensi di jurnal internasional bereputasi atau prosiding terindeks dalam tiga tahun terakhir.
Ketua BPM Unismuh Makassar, Amrullah Mansida, menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat penting mengingat instrumen LAMTEK masih relatif baru dan belum banyak dipahami secara mendalam oleh program studi.
Ia menegaskan bahwa kampus membutuhkan pemahaman yang lebih rinci agar dapat menyiapkan strategi akreditasi secara realistis dan terukur. Menurutnya, kesempatan mendapatkan sosialisasi seperti ini juga tidak selalu mudah diperoleh, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....