PMM Makassar: Ramadan Dorong Olahraga dan Literasi Ilmiah

  • 13 Mar 2026 18:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Semangat Ramadan dimanfaatkan kader dan akademisi Muhammadiyah untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas intelektual generasi muda. Dua kegiatan berbeda, yakni Liga Ramadan Pemuda Muhammadiyah Makassar dan pembekalan publikasi ilmiah bagi siswa di Semarang, menjadi contoh bagaimana olahraga dan pendidikan dapat berjalan seiring dalam membangun energi positif di kalangan anak muda.

Di bidang olahraga, Pemuda Muhammadiyah Makassar akan menggelar Liga Ramadan PMM Vol II yang berlangsung di Lapangan Mini Soccer Satria 81, Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 13–15 Maret 2026, dengan total 28 pertandingan yang akan diikuti delapan tim mini soccer.

Kompetisi yang digagas Bidang Olahraga dan Pariwisata Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar tersebut menghadirkan tim Nipaltree FC, The Teacher FC, AMM FC, PW PM FC, Dokar FC, PMM FC, Interisti FC, dan IMMakassar FC. Seluruh tim akan bertanding pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa sehingga suasana kompetisi tetap selaras dengan nuansa Ramadan.

Ketua Bidang Olahraga Pemuda Muhammadiyah Makassar, Syahban Nur, mengatakan seluruh persiapan teknis telah dirampungkan melalui technical meeting yang diikuti seluruh tim peserta. Ia memastikan setiap tim telah memahami format pertandingan serta aturan yang akan diterapkan selama turnamen berlangsung.

“Setelah technical meeting, kami memastikan seluruh tim memahami format pertandingan, pembagian jadwal, dan aturan yang akan dijalankan bersama. Kami ingin turnamen ini tidak hanya meriah, tetapi juga tertib, sportif, dan nyaman untuk semua peserta,” ujar Syahban, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan semata, tetapi juga bertujuan menghadirkan ruang kompetisi yang sehat bagi generasi muda di tengah suasana Ramadan yang sarat dengan nilai kebersamaan.

“Liga ini bukan hanya soal menang dan kalah. Kami ingin menghadirkan ruang kompetisi yang sehat, apalagi berlangsung dalam suasana Ramadan. Semangatnya bukan sekadar bertanding, tetapi juga menjaga persaudaraan,” kata Syahban.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Makassar, Muhammad Fauzan, menilai turnamen mini soccer ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda olahraga, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi bagi kader dan komunitas anak muda agar dapat berinteraksi dalam suasana yang positif dan penuh kebersamaan.

“Kami ingin Ramadan ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aktivitas yang membangun energi kolektif, sportivitas, dan silaturahmi. Mini soccer menjadi medium yang dekat dengan anak muda,” ujar Fauzan.

Sementara itu, di bidang pendidikan, kontribusi Muhammadiyah juga terlihat melalui kegiatan penguatan budaya riset bagi pelajar yang digelar di SMA Negeri 3 Semarang. Kegiatan tersebut menghadirkan dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar, dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., yang memberikan motivasi serta pembekalan strategis terkait publikasi ilmiah.

Kegiatan bertajuk “Strategi Publikasi Menembus Jurnal Ilmiah Bereputasi: Membangun Fondasi Berpikir Ilmiah Sejak Dini” itu dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 dan diikuti oleh 40 siswa serta delapan guru SMA Negeri 3 Semarang. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar berpikir ilmiah, teknik penulisan artikel dengan metode IMRAD, hingga strategi memilih jurnal yang tepat.

Dalam pemaparannya, dr. Dito menegaskan bahwa penelitian tidak selalu harus dimulai dari fasilitas laboratorium besar, melainkan dapat berangkat dari pertanyaan sederhana yang muncul dari kehidupan sehari-hari dan kemudian dikembangkan melalui proses berpikir ilmiah.

“Menulis ilmiah bukan hanya tentang menembus jurnal bereputasi, tetapi tentang berbagi pengetahuan dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 3 Semarang, Rusmiyanto, SPd., MPd., menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong siswa dan guru untuk meningkatkan kapasitas akademik melalui budaya penelitian dan publikasi ilmiah sejak dini.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi siswa untuk menjadi pembelajar aktif sekaligus penulis muda yang mampu mengangkat berbagai isu lokal menjadi karya ilmiah berkualitas. Selain itu, para guru juga didorong untuk berperan sebagai pembimbing riset dan penggerak budaya ilmiah di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan olahraga dan pendidikan tersebut, Muhammadiyah berharap semangat Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara intelektual serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....