Dosen Sosiologi UNM Raih Program Riset BRIN

  • 31 Jan 2026 07:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM). Dosen Program Studi Sosiologi, Dr. Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd., berhasil meraih Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Gelombang 10 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui skema riset nasional yang kompetitif tersebut, Dr. Idham mengusung judul penelitian “Integrasi Kearifan Lokal dan Pengarusutamaan Gender dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut Berkelanjutan di Kepulauan Spermonde”. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan sosial-budaya dan keadilan gender dalam tata kelola sumber daya laut, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Selatan yang memiliki kompleksitas ekologi dan sosial tinggi.

Dekan FISH UNM, Dr. H. Supriadi Torro, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan kontribusi nyata dosen FISH UNM dalam menjawab isu-isu strategis pembangunan nasional melalui riset berbasis keilmuan sosial.

Capaian ini bukan hanya membanggakan fakultas, tetapi juga menegaskan bahwa ilmu sosial memiliki peran penting dalam isu keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya alam. Riset ini relevan dengan tantangan Indonesia sebagai negara maritim.” ujar Supriadi Torro.

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap riset dosen akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas akademik dan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Penelitian yang akan dilakukan Dr. Idham Irwansyah Idrus berfokus pada praktik kearifan lokal masyarakat pesisir di Kepulauan Spermonde serta peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya laut. Selama ini, pendekatan teknokratis sering kali mengabaikan dimensi sosial dan gender, sehingga kebijakan yang dihasilkan kurang berkelanjutan dan tidak inklusif.

Dr. Idham menjelaskan bahwa riset ini bertujuan menjembatani pengetahuan lokal dengan kerangka kebijakan modern agar pengelolaan laut tidak hanya berorientasi pada eksploitasi, tetapi juga keberlanjutan dan keadilan sosial.

Kearifan lokal masyarakat pesisir menyimpan nilai-nilai ekologis yang penting. Ketika dikombinasikan dengan perspektif gender, kita bisa melihat peran perempuan yang selama ini kurang diakui dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.” kata Idham.

Ia berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, pemerintah daerah, serta komunitas pesisir dalam merumuskan model pengelolaan laut yang lebih adil dan berkelanjutan.

Ketua Program Studi Sosiologi FISH UNM, Mario, S.Sos., M.Si., menilai keberhasilan ini sebagai bukti konsistensi dosen Prodi Sosiologi dalam mengembangkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Riset yang dilakukan Pak Idham mencerminkan karakter sosiologi terapan, berpijak pada realitas sosial dan menawarkan solusi. Ini juga menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk aktif terlibat dalam riset strategis nasional.” ujar Mario.

Ia menambahkan bahwa Prodi Sosiologi UNM terus mendorong penguatan budaya riset, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan, masyarakat pesisir, dan kelompok rentan. Keberhasilan meraih Program Riset dan Inovasi BRIN ini semakin menegaskan posisi FISH UNM sebagai pusat pengembangan ilmu sosial yang responsif terhadap isu-isu kebangsaan. Di tengah tantangan krisis lingkungan dan ketimpangan sosial, riset berbasis kearifan lokal dan perspektif gender menjadi pendekatan penting untuk masa depan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....