Empat Kampus Gelar Bimtek Kepala Laboratorium
- 27 Jan 2026 20:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Kolaborasi empat perguruan tinggi menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi calon dan kepala laboratorium sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi manajerial dan teknis kepala laboratorium agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan serta dinamika kurikulum nasional.
Empat perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), dan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung. Bimtek dilaksanakan secara daring dengan pusat koordinasi di UHAMKA Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.
Sekretaris Laboratorium Terpadu Unismuh Makassar, Prof. Dr. Nurlina, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang sebagai forum pembaruan pengetahuan sekaligus ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan laboratorium sekolah.“Peserta tidak hanya memperoleh penguatan teknis, tetapi juga berbagi pengalaman pengelolaan laboratorium di institusi masing-masing. Materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan manajemen dan penataan laboratorium,” ujar Prof. Nurlina.
Dalam kegiatan tersebut, Unismuh Makassar menghadirkan tujuh dosen sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Nurlina, Dr. Andi Husniati, M.Pd., Dr. Ma’ruf, M.Pd., Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., Dr. Ir. Harnita Agusanty, M.Si., Dr. Dewi Hikmah Marisda, M.Pd., serta Ir. Adriani, S.T., M.T.
Pembukaan bimtek dihadiri Rektor Unismuh Makassar, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Dekan FKIP UHAMKA Jakarta, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, perwakilan pimpinan UPI Bandung, para narasumber, serta seluruh peserta bimtek dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium sekolah.“Kolaborasi antarinstitusi seperti ini menjadi kekuatan untuk mempercepat peningkatan kompetensi kepala laboratorium. Bimtek ini bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga ruang berbagi pengalaman antarpeserta meski berada di lokasi berbeda,” kata Abdul Rakhim.
Ia menambahkan bahwa laboratorium memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik dan riset di sekolah. Karena itu, kepala laboratorium dituntut memiliki kemampuan manajerial, penguasaan teknis, serta visi pengembangan yang berkelanjutan.
Sementara itu, penjelasan teknis pelaksanaan bimtek disampaikan oleh Suhara dari UPI Bandung. Ia menjelaskan bahwa kegiatan meliputi pre-test, pemaparan materi, diskusi, hingga post-test sebagai evaluasi akhir.“Materi bimtek mencakup pengelolaan alat dan bahan laboratorium, penyusunan SOP, keselamatan kerja, pemanfaatan virtual tour laboratory, serta pengembangan laboratorium sekolah berkelanjutan,” jelas Suhara.
Bimtek ini berlangsung selama empat hari dengan beban minimal 85 jam pelatihan, disertai tugas mandiri yang harus diselesaikan peserta dalam waktu satu bulan sebelum sertifikat diterbitkan. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap terbentuk jejaring kepala laboratorium sekolah yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung mutu pendidikan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....