Bupati Sidrap Minta Guru Keluarkan Ilmu Terbaik Cetak Generasi Unggul
- 19 Jul 2026 19:34 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Sidrap - Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik mengeluarkan kemampuan serta inovasi terbaik demi mencetak generasi muda yang berkualitas di daerahnya. Pesan itu disampaikan saat menutup kegiatan Temu Pendidikan Nusantara Tingkat Kabupaten Sidrap ke-13, Ahad, 19 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Area Camping Data’e, Kecamatan Watang Pulu, diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari guru, siswa, dan unsur pendukung pendidikan lainnya se-Kabupaten Sidrap. Dalam sambutannya, Syaharuddin memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut sesuai rencana.
Ia menilai Temu Pendidikan Nusantara menjadi wadah yang sangat penting bagi para pendidik untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, serta contoh pelaksanaan pendidikan yang baik demi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. “Saya minta tolong, keluarkan semua ilmu terbaiknya. Supaya anak Sidrap kita tanamkan ilmu kebaikan sekarang. Nanti 5 tahun, 10 tahun ke depan anak-anak yang kita didik sekarang bisa menjadi berhasil semuanya,” ujarnya.
Syaharuddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, karena sektor ini memiliki peran besar dalam mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Ia menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang menyusun angka IPM, yaitu kesehatan, pendidikan, dan kondisi ekonomi masyarakat. Jika dilihat perkembangannya, dua sektor lainnya sudah menunjukkan kemajuan yang cukup baik.
“Untuk ekonomi dan kesehatan sudah menopang. Sisa sektor pendidikan yang harus kita tingkatkan, terutama menekan angka anak tidak sekolah dan meningkatkan harapan lama sekolah,” katanya.
Bupati memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sidrap saat ini menempati urutan teratas di Sulawesi Selatan dengan angka 7,71 persen. Secara nasional, daerah ini berada di peringkat ke-16 dari 514 kabupaten, masuk sepuluh besar di kawasan Indonesia Timur, dan kelima di tingkat provinsi. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar pembangunan bukan hanya membangun fasilitas fisik, melainkan bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Untuk memperkuat sektor pendidikan, Pemkab Sidrap telah menyiapkan sejumlah langkah strategis mulai dari perbaikan sarana sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, perluasan beasiswa, hingga pengawasan penggunaan Dana BOS. Pemerintah juga sedang merencanakan kerja sama pendidikan lanjutan agar guru yang ingin menempuh studi S2 maupun S3 tidak harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah. “Kalau ada guru yang mau meningkatkan pendidikan, nanti kita buka kerja sama supaya tidak perlu lagi pergi ke luar daerah,” katanya.
Saat ini juga sedang berlangsung proses verifikasi dan validasi data calon kepala sekolah baru untuk memastikan pemimpin satuan pendidikan adalah orang yang memiliki rekam jejak prestasi dan kinerja terbaik. “Kalau saya mengganti, saya mau cari yang berprestasi dan berkinerja. Penilaian saya adalah kinerja dan kualitas,” tegasnya.
Syaharuddin kembali menegaskan komitmen menjaga kesejahteraan guru, termasuk menjamin hak-hak seperti gaji dan tunjangan sertifikasi diterima dengan lancar. Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik menjadi penggerak nyata dari program unggulan daerah Sidrap Bersih, Sidrap Berkah, dan Sidrap Unggul.
Dengan jumlah guru yang mencapai sekitar 2.400 orang di seluruh wilayah, ia yakin perubahan besar akan tercapai jika semua pihak bergerak bersatu. “Dengan ilmu kita bisa mengubah daerah kita. Dengan ilmu kita bisa mengubah kebanggaan keluarga kita,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Guru Nusantara Sidrap Rahmat menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan pemerintah daerah terhadap berbagai kegiatan pengembangan tenaga pendidik. Menurutnya, antusiasme peserta yang mencapai sekitar 600 orang menunjukkan semangat guru yang terus ingin berkembang secara mandiri. “Alhamdulillah kita mencapai target sekitar 600 peserta. Ini menunjukkan guru-guru kita mulai bergerak secara mandiri untuk meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.
Selain pertukaran pengalaman baik dari tiga guru berprestasi, kegiatan ini juga menyelenggarakan lomba cerdas cermat yang diikuti 63 tim siswa. Acara ini juga mendapat perhatian serta dukungan dari sejumlah tokoh pendidikan nasional, termasuk perwakilan dari Badan Akreditasi Nasional dan Sekolah Cikal yang berbagi wawasan terkait kemajuan pendidikan saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....