Peringatan Maulid di Bila Riase Jadi Momentum Syukur atas Panen Ditengah El Nino

  • 12 Sep 2026 17:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat, 11 September 2026, malam, berlangsung semarak. Peringatan Maulid Nabi tahun ini menjadi momen mensyukuri berbagai nikmat yang diterima masyarakat, khususnya keberhasilan panen di tengah ancaman kemarau El Nino.

Tabligh Akbar tingkat desa yang digelar di Masjid Mujahidin, Jalan Poros Barukku-Compong, tersebut dihadiri ribuan jamaah. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif hadir bersama Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, jajaran pejabat Pemkab Sidrap, Camat dan Forkopimcam Pitu Riase, kepala desa, kepala sekolah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Sejak sore, Jalan Poros Barukku-Compong dipadati warga. Jalan utama desa bahkan ditutup sementara dan dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan tabligh akbar.

Dalam sambutannya, Syaharuddin mengapresiasi Pemerintah Desa dan seluruh panitia yang telah menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga momentum untuk mensyukuri berbagai nikmat yang diterima masyarakat, khususnya keberhasilan panen di tengah ancaman kemarau El Nino.

“Di tengah kemarau El Nino, sejumlah daerah lain mengalami dampak kekeringan. Tapi Alhamdulillah di Bila Riase semuanya sudah panen,” ujar Syaharuddin.

Ia mengingatkan masyarakat agar keberhasilan tersebut dibarengi dengan rasa syukur serta peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kalau ini kita jaga, Insya Allah Bila Riase semakin sejahtera. Masyarakatnya semakin kuat ibadahnya, anak sekolahnya semakin tinggi, dan semakin banyak orang Bila Riase yang bisa beli mobil dan beli emas,” lanjutnya.

Syaharuddin menyebut keberhasilan panen merupakan buah dari kerja keras dan tetesan keringat para petani, yang juga tidak lepas dari doa keluarga.

“Ini hasil jerih payah kita yang halal. Doa istri, doa anak diijabah. Maka kita harus terus memperkuat keimanan dan kepercayaan diri lewat kegiatan keagamaan,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan di masyarakat Sidrap kini semakin semarak dan menunjukkan kekompakan warga.

“Dulu di Bila Riase kalau ada acara belum terlalu kompak dengan kegiatan keagamaan. Sekarang Alhamdulillah sudah,” ujarnya.

Syaharuddin kemudian memaparkan kondisi pertanian Sidrap selama menghadapi kemarau El Nino. Dari sekitar 51 ribu hektare lahan yang ditanami, sekitar 92 persen berhasil dipanen, sementara sekitar 8 persen mengalami kegagalan.

“Saya senang sekali. Luar biasa hasil panen kita ini walaupun kemarau El Nino. Sidrap menanam 51.000 hektare, yang berhasil panen 92 persen. Yang gagal hanya 8 persen,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain yang mengalami dampak kekeringan lebih parah. Pemkab Sidrap pun menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar wilayah pertanian yang rawan kekeringan dapat tetap produktif.

“Tahun ini dan tahun depan saya akan persiapkan agar di bagian atas Bila Riase, Bila Riawa, Lagading tidak lagi terdampak kemarau. Kita tahu masalahnya,” tegasnya.

Ia juga memaparkan peningkatan produktivitas pertanian Sidrap dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya hasil panen berada di kisaran 7 hingga 8 ton per hektare, produksi terbaru rata-rata mencapai sekitar 10 ton per hektare.

“Dulu awal saya jadi Bupati hasil panen kita hanya sekitar 7-8 ton. Tahun 2025 kita kompak, Alhamdulillah panen baru-baru ini rata-rata 10 ton. Itu sama dengan Rp77 juta per hektare. Bandingkan 2024 hasilnya hanya Rp34 juta,” ungkapnya.

Khusus di Desa Bila Riase, luas sawah sekitar 420 hektare ditambah program cetak sawah baru seluas 140 hektare. Pemkab Sidrap juga menyiapkan pengembangan indeks pertanaman hingga IP 300 di wilayah tersebut.

“Kalau 420 hektare dikali 10 ton, hasilnya 4,2 juta kilogram. Kalau per hektare Rp77 juta, maka sekali panen hasilnya kurang lebih Rp32 miliar. Kalau dua kali panen jadi Rp64 miliar. Ini hasil kerja keras kita,” paparnya.

Untuk mengantisipasi kekeringan, Pemkab Sidrap juga menyiapkan program Jaringan Irigasi Air Tanah di wilayah Lagading dan arah Bila Riawa.

Syaharuddin menyebut pembangunan tersebut direncanakan melalui tiga titik dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar per titik. Infrastruktur itu ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan sawah tadah hujan.

“Anggarannya Rp1,7 miliar per titik, dikali tiga titik jadi Rp5,4 miliar. Kedalaman pengeboran 100 meter, nanti menampung 32 meter kubik. Khusus untuk menangani sawah tadah hujan,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Pemkab Sidrap juga terus mendorong pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Jalan Bila Riase-Botto ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir September 2026 dan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya.

“Untuk pendidikan juga kita siapkan semua. Saya mau anak-anak Sidrap semuanya berhasil, dan untuk berhasil harus tinggi sekolahnya,” pungkas Syaharuddin.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....