Bupati Sidrap Siapkan Langkah Stabilkan Harga Telur

  • 05 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga telur sekaligus memperkuat rantai pasok komoditas unggulan daerah tersebut. Upaya itu dibahas dalam pertemuan antara pemerintah daerah, peternak ayam petelur, dan pedagang telur di Baruga Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (4/6/2026) malam.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari penurunan permintaan pasar hingga hambatan distribusi ke luar daerah. Menurutnya, harga telur di Sidrap relatif stabil dalam kurun April 2025 hingga April 2026. Namun, memasuki Mei hingga Juni 2026, kondisi pasar mulai mengalami tekanan akibat menurunnya daya serap konsumen.

“Setelah kita pelajari, saya optimistis mulai minggu ini permintaan akan kembali meningkat seiring bertambahnya agenda hajatan masyarakat,” kata Syaharuddin.

Selain penurunan permintaan, distribusi telur ke berbagai daerah juga terkendala proses administrasi karantina yang dinilai cukup memakan waktu. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran pemasaran hasil produksi peternak. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Sidrap mulai menjalankan Program SPPG sejak 2 Juni 2026 yang mewajibkan penggunaan telur dua kali dalam sepekan bagi kelompok sasaran program.

Pemerintah daerah juga memperluas jejaring pemasaran dengan menggandeng koperasi dan pedagang telur dari sejumlah pasar besar di Kendari. Langkah itu diharapkan dapat membuka akses pasar baru bagi peternak Sidrap. Selain itu, kampanye konsumsi telur lokal terus digencarkan melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pesta pernikahan, hajatan, dan acara seremonial lainnya.

Di sektor pelayanan, Pemkab Sidrap menyiapkan percepatan pengujian produk asal hewan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus atau September mendatang. “Saya sudah usulkan adanya Labkesda di Sidrap agar peternak lebih mudah dan tidak perlu lagi ke Makassar untuk melakukan pengujian sampel,” ujar Syaharuddin.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak juga menyepakati 10 poin langkah taktis yang akan menjadi panduan penguatan industri telur di Sidrap. Kesepakatan itu mencakup evaluasi rutin, keterbukaan data, penguatan mekanisme pasar, pengendalian produksi, hingga pengembangan industri hilir berupa pabrik tepung telur.

Kesepakatan lainnya meliputi pendataan peternak secara terintegrasi, percepatan operasional Labkesda, persiapan kunjungan Menteri Bappenas, serta optimalisasi program stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk komoditas jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap Ahmad Dollah bersama sejumlah perangkat daerah terkait turut hadir dalam forum tersebut guna memperkuat sinergi antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Sidrap berharap stabilitas harga telur dapat kembali terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah. “Pemerintah tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang menjembatani kepentingan peternak dan pasar demi keberlangsungan usaha peternakan rakyat,” tutup Syaharuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....