Panen Raya Sidrap Capai 10 Ton
- 27 Feb 2026 13:25 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, SIDRAP : Puasa Ramadan tidak menyurutkan semangat petani menggelar panen raya padi Musim Tanam I di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif.
Panen raya ditandai dengan pengoperasian alat mesin pertanian modern jenis combine harvester oleh bupati. Penggunaan teknologi ini mempercepat proses panen sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas petani.
Di sela kegiatan, Syaharuddin Alrif menyampaikan rasa syukur atas capaian hasil panen tahun ini. Ia menyebut produksi gabah menunjukkan tren positif dibanding musim sebelumnya.
“Alhamdulillah saya lihat dan berdasarkan laporan Kepala Dinas Pertanian, hasil ubinannya sekitar 9 sampai 10 ton per hektare,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap tangguh menopang ketahanan pangan daerah, meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Ia juga menyinggung serapan gabah oleh PB.35 pabrik penggilingan padi di daerah tersebut yang dinilai memberi keuntungan tambahan bagi petani.
“Walaupun harga standar gabahnya 6.500 sampai 6.800 sudah kita tetapkan, tapi kita dapat bonus penjualan karena pedagang dan penggilingan membeli dengan harga 7.300. Berarti ada tambahan pendapatan petani,” terangnya.
| Baca juga: Sidrap Siaga Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem |
Syaharuddin menambahkan, sektor pertanian menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia memaparkan pendapatan petani per hektare pada 2024 sekitar Rp35 juta, meningkat menjadi Rp50 juta pada 2025, dan pada 2026 mencapai Rp73 juta per hektare.
“Makanya hasil pertanian kita langsung melaju cepat. Kabupaten Sidrap kembali menjadi lumbung beras Indonesia. Tahun 2025, angka pertumbuhan ekonomi Sidrap juara satu di Sulawesi Selatan dengan hasil 7,7 persen, dari sebelumnya sekitar 4 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan, Ibrahim, menjelaskan luas lahan yang dipanen sekitar 50 are menggunakan varietas Inpari 50 yang dikenal tahan terhadap serangan tikus.
“Memang ada kelemahan karena buahnya tidak serentak menguning, tetapi produksinya rata-rata bisa di atas 9 ton per hektare,” jelas Ibrahim.
Panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala OPD, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta puluhan anggota kelompok tani yang ikut merasakan langsung hasil panen melimpah di Bumi Nene Mallomo.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....