Ketua DPRD Sulsel Soroti Penyanderaan Relawan Kemanusiaan menuju Gaza
- 21 Mei 2026 20:45 WIB
- Makassar
RRI. CO ID, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulawesi Selatan, drg. Andi Rachmatika Dewi, memberikan perhatian khusus terhadap dua relawan asal Sulsel yang disandera tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Politisi yang akrab disapa Cicu itu mengaku telah berkoordinasi dengan Anggota DPR RI Komisi I, Andina Narang, untuk mendorong perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri.
“Sudah koordinasi dengan Anggota DPR RI Komisi I Andina Narang dari NasDem untuk diatensi lewat Kemenlu,”ujar Cicu sapaannya pada Kamis (21/5/2026).
Sekretaris DPW NasDem Sulsel tersebut berharap persoalan penyanderaan itu segera terselesaikan dan para relawan Indonesia dapat kembali dibebaskan dengan selamat. Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dua warga Sulsel yang ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
“Seperti halnya yang lalu saat ada warga Sulsel yang juga ditawan sama perompak Somalia kan, berkomunikasi dengan pemerintah pusat, kita juga akan lakukan seperti itu,” ujar Andi Sudirman usai membuka penyelesaian administrasi sapi kurban Presiden di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi juga terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan telah menugaskan dinas terkait untuk memantau perkembangan kasus tersebut. “Saya menugaskan Kadis saya. Kemarin saya bicara langsung dengan keluarga korban juga. Ini kita masih nunggu dulu data-data semua laporannya,” tutupnya.
Dua relawan asal Sulsel yang ikut dalam misi kemanusiaan itu masing-masing Andi Angga Prasadewa (33), relawan asal Makassar yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) perwakilan Rumah Zakat di Kapal Josef, serta Asad Aras Muhammad, relawan asal Kabupaten Luwu dari Spirit of Aqsa di Kapal Kasr-1.
Ibu Andi Angga Prasadewa, Sutrawati Kaharuddin, mengaku sangat khawatir setelah mengetahui anaknya ditangkap militer Israel di laut Mediterania saat menuju Gaza. “Jam tiga sore kemarin masih jawab WhatsApp saya. Setelah itu saya bilang, bunda sangat khawatir. Kakak hati-hati di sana,” tutur Sutrawati di kediamannya di Makassar.
Menurut Sutrawati, informasi penangkapan anaknya baru diketahui dari pemberitaan media dan pihak Rumah Zakat setelah kapal rombongan dicegat militer Israel pada Senin (18/5) waktu setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....