Kader NasDem Sulsel Gelar Aksi Damai Tuntut Klarifikasi

  • 16 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO ID, MAKASSAR : Kader, sayap, dan pengurus daerah Partai NasDem se-Sulawesi Selatan menggelar aksi damai di depan Monumen Mandala, Makassar, Kamis 16 April 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk keberatan atas pemberitaan dan sampul Media Nasional edisi 13–16 April 2026 yang dinilai kontroversial.

Massa yang mengenakan atribut partai tampak bergantian menyampaikan orasi. Mereka menilai laporan utama bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” telah membingkai partai secara tidak proporsional dan menimbulkan tafsir seolah-olah NasDem adalah entitas komersial.

Aksi ini disebut sebagai bagian dari sikap serentak kader NasDem di berbagai daerah di Indonesia. Di Sulawesi Selatan, konsolidasi dilakukan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka namun tetap dalam koridor damai.

Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa kehadiran kader di lokasi aksi bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan menyampaikan keberatan secara konstitusional. “Hari ini kami melakukan aksi damai untuk menyatakan keberatan terhadap pemberitaan yang kami nilai menyudutkan dan menyerang kehormatan Ketua Umum kami, Bapak Surya Paloh. Kami meminta ada klarifikasi dan permintaan maaf,” ujar Syaharuddin dalam orasinya.

Ia menekankan bahwa kritik terhadap partai merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun, menurutnya, narasi yang mengarah pada dugaan akuisisi partai atau penggambaran yang dianggap tidak etis telah melampaui batas kepatutan.

“Mengkritik boleh, memberi masukan boleh. Tapi kalau sudah men-judge seolah-olah NasDem ini mau dijual atau diakuisisi, itu tidak benar. NasDem bukan perusahaan, melainkan wadah perjuangan politik,” tegasnya.

Syaharuddin juga menyatakan pihaknya berharap Dewan Pers dapat mencermati polemik tersebut agar praktik jurnalistik tetap berjalan sesuai prinsip keberimbangan dan etika.

Sementara itu, Juru Bicara Fraksi NasDem DPRD Sulsel, Mahmud, dalam orasinya mengajak kader tetap menjaga ketenangan dan tidak terpancing provokasi. “Kita tidak anti kritik dan tidak alergi terhadap perbedaan. Tetapi kami menolak pembunuhan karakter dan simbol yang merendahkan martabat partai maupun ketua umum kami,” kata Mahmud.

Ia menambahkan, kebebasan pers harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi, namun kebebasan tersebut juga memiliki tanggung jawab moral. “Kebebasan pers bukan kebebasan tanpa batas. Ketika kritik berubah menjadi penghinaan, maka kami berhak menyuarakan sikap secara damai dan bermartabat,” ujarnya.

Dalam aksi itu, massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan klarifikasi serta ajakan menjaga etika demokrasi. Aparat kepolisian terlihat mengawal jalannya aksi hingga selesai.

Para kader juga mengakui telah adanya permintaan maaf dari pihak terkait. Namun mereka menilai langkah tersebut perlu diikuti dengan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang merugikan partai di ruang publik.

Aksi damai ini kemudian ditutup dengan tertib dan Kader NasDem Sulsel menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga kondusivitas daerah sembari menunggu tindak lanjut atas tuntutan yang telah disampaikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....