Kemenhaj Sulsel Peringati Perdana Hari Khidmat, Tekankan Pelayanan Jemaah
- 08 Sep 2026 21:19 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan memperingati Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk pertama kalinya, Selasa 8 September 2026. Peringatan yang digelar di lingkungan Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel, H Ikbal Ismail. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, mengingat peringatan Hari Khidmat tahun ini merupakan momentum perdana setelah 8 September ditetapkan sebagai Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Seksi Petugas Haji Reguler Kemenhaj RI Aruji Maswatu, Kepala Bagian Tata Usaha H Muflihuddin Syam, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah H Asa Afiif, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Pengendalian Penyelenggaraan Ekosistem Ekonomi (PEE) Haji dan Umrah H Slamat Mustafa, serta Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar H Zulkifli Hijaz.
Dalam sambutannya, Ikbal Ismail menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan peringatan perdana tersebut. Ia mengakui persiapan kegiatan berlangsung dalam waktu relatif singkat karena penetapan dan edaran mengenai peringatan Hari Khidmat baru diterima sehari sebelumnya. "Alhamdulillah, pada siang hari ini kita bisa berkumpul untuk memperingati Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia," ujar Ikbal.
Menurutnya, 8 September menjadi tanggal bersejarah bagi Kementerian Haji dan Umrah karena telah ditetapkan secara resmi sebagai Hari Khidmat. Penetapan tersebut, kata dia, melalui proses koordinasi, diskusi, pengkajian, hingga penyusunan keputusan di tingkat pusat.
Ikbal menyebut penetapan Hari Khidmat tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 81. Sementara pemilihan tanggal 8 September merujuk pada momentum pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 92 Tahun 2025.
Ia menilai kehadiran Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari gagasan panjang untuk menghadirkan lembaga yang secara khusus menangani penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia. Pembentukan kementerian tersebut diharapkan membuat pelayanan kepada jemaah haji dan umrah dapat dilakukan secara lebih fokus, terarah, profesional, dan terukur.
Dalam momentum Hari Khidmat perdana ini, Ikbal mengajak seluruh jajaran Kemenhaj menjadikan tugas pelayanan jemaah bukan sekadar pekerjaan rutin. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kemampuan memberangkatkan jemaah, tetapi juga dari sejauh mana jemaah memperoleh pelayanan yang nyaman, aman, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita harus berpikir bagaimana bersama-sama memastikan jemaah dapat berangkat dengan nyaman. Dalam pengelolaan anggaran, bagaimana bisa lebih efisien. Dalam perekrutan petugas, bagaimana dilakukan secara transparan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjalankan program yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Haji dan Umrah. Salah satu hal yang disoroti adalah sistem rekrutmen petugas haji yang dilakukan secara transparan dan berbasis sistem. Ikbal menyebut proses rekrutmen tahun ini melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan menggunakan Computer Assisted Test (CAT).
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan proses seleksi berlangsung lebih terbuka karena hasil tes dapat dipantau secara langsung. "Tidak ada lagi titip-menitip. Kita bekerja sama dengan BKN dalam rekrutmen ini, semuanya by system dan transparan," tegasnya.
Ikbal mengatakan hasil CAT dapat disaksikan secara daring sehingga peserta maupun masyarakat dapat mengetahui hasil ujian secara terbuka. Menurut dia, penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun akuntabilitas dan kredibilitas Kementerian Haji dan Umrah.
Ia berharap berbagai program yang dijalankan Kementerian Haji dan Umrah ke depan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat, baik dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah maupun dalam proses rekrutmen petugas.
Diawali Doa
Peringatan Hari Khidmat Kemenhaj di Sulsel juga diisi dengan doa yang dipimpin H Husni. Dalam doanya, ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah bersyukur atas amanah yang diberikan untuk melayani jemaah haji dan umrah atau Dhuyufur Rahman.
Ia memohon agar tugas melayani tamu-tamu Allah tersebut menjadi ladang pahala bagi seluruh jajaran Kemenhaj. "Jadikanlah tugas yang kami emban ini sebagai ladang pahala bagi kami untuk kami tuai di akhirat kelak," demikian doa yang dipanjatkan.
H Husni juga memohon agar seluruh jemaah haji dan umrah yang berangkat ke Tanah Suci diberikan kemudahan, kelancaran, serta memperoleh ibadah yang mabrur dan makbul. Dalam doa tersebut, ia turut memohon kekuatan, kesehatan, dan keteguhan bagi seluruh jajaran Kemenhaj agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Peringatan Hari Khidmat perdana ini menjadi momentum bagi jajaran Kemenhaj Sulsel untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pelayanan haji dan umrah, sekaligus membangun tata kelola yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan jemaah.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....