Pulang dengan Hati Bahagia, Jemaah Haji Papua Barat Syukuri Kelancaran Ibadah Haji

  • 21 Jun 2026 21:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Rasa haru dan syukur menyelimuti kepulangan jemaah haji Kloter 26 UPG Debarkasi Makassar. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, para tamu Allah kembali ke Tanah Air dengan membawa kebahagiaan dan pengalaman spiritual yang mendalam. Di antara rombongan yang tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu 20 Juni 2026 terdapat Hj. Hardianti, jemaah asal Papua Barat yang tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya usai menunaikan rukun Islam kelima bersama keluarga tercinta.

Perjalanan suci tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikan. Setelah menunggu selama 12 tahun sejak mendaftar, Hardianti akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji bersama sang ayah, H. Nurdin, dan suaminya, H. Sulaeman. Sementara dua adiknya juga berangkat pada musim haji tahun ini, namun tergabung dalam Kloter 25 UPG.

"Alhamdulillah, kami semua diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar," ungkap Hardianti dengan wajah penuh kebahagiaan saat tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Baginya, kelancaran menjalankan ibadah merupakan nikmat terbesar yang dirasakan selama berada di Tanah Suci. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji yang dinilai telah memberikan pelayanan terbaik, mulai dari pendampingan, akomodasi hingga penyediaan konsumsi bagi para jemaah.

Menurut Hardianti, kehadiran petugas sangat membantu jemaah dalam menjalani seluruh tahapan ibadah sehingga mereka dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

Setibanya di Indonesia, perempuan yang mengenakan gamis merah muda itu tampak didampingi sang ayah dan suami yang mengenakan jubah putih lengkap dengan penutup kepala khas Arab.

Ia bahkan menceritakan momen unik saat dirinya bersama keluarga berganti pakaian di dalam pesawat sekitar pukul 02.00 dini hari sebelum mendarat di Tanah Air. Meski berasal dari Papua Barat, Hardianti bersama keluarga belum langsung kembali ke daerah tempat tinggalnya.

Mereka memilih terlebih dahulu melepas rindu bersama keluarga besar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Papua Barat. Kepulangan Kloter 26 UPG menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual yang penuh makna bagi para jemaah.

Bagi Hardianti dan keluarga, kesempatan berhaji bukan hanya menjadi jawaban atas penantian panjang selama 12 tahun, tetapi juga anugerah yang patut disyukuri setelah seluruh rangkaian ibadah dapat ditunaikan dengan lancar dan penuh khusyuk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....