Jemaah Kloter 14 Tiba, Ketua PPIH Makassar Ingatkan Perubahan Perilaku Positif

  • 12 Jun 2026 08:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Maros terhadap warganya yang baru kembali dari Tanah Suci. Apresiasi mendalam tersebut disampaikan Ikbal saat prosesi serah terima jemaah haji Kloter 14 Debarkasi Makassar yang berlangsung khidmat di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Ikbal, perhatian luar biasa yang ditunjukkan jajaran Pemkab Maros merupakan bentuk pelayanan serta penghormatan tertinggi kepada jemaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima. “Ini pertama kali terjadi, jemaah haji dijemput langsung oleh bupati dan wakil bupati sekaligus,” ucap Ikbal.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan ini juga menilai kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati Maros menjadi bukti nyata kepedulian pemda yang konsisten mengawal masyarakatnya sejak pemberangkatan hingga kembali ke tanah air. “Ini menunjukkan kecintaan dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakatnya yang telah menunaikan rukun Islam kelima,” ujar dia.

Ikbal mengajak seluruh jemaah asal Kabupaten Maros untuk terus menjaga dan mempertahankan kemabruran haji yang telah diraih dengan susah payah selama berada di Tanah Suci. Disebutkan, para jamaah haji meski telah melakukan ibadah haji namun perlu juga perubahan sikap dan perilaku positif setelah kembali ke tengah-masyarakat.

Ikbal memaparkan bahwa, terdapat tiga tanda utama yang melekat pada seorang haji mabrur dalam kehidupan sehari-hari. Ciri pertama yang dipaparkannya adalah I'thaamuth Tha'aam, yaitu gemar memberi makan, berbagi rezeki, berderma, serta selalu peduli kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan bantuan.

Lebih lanjut, Ikbal menjelaskan ciri kedua yaitu Thayyibul Kalaam, yakni membiasakan perkataan yang baik dan santun serta menjaga lisan dari ucapan kasar, dusta, ghibah, maupun perkataan yang dapat menyakiti orang lain.

Lanjut, ciri yang ketiga adalah Ifsyaa'us Salaam, di mana seorang haji harus mampu menebarkan salam, kedamaian, dan rasa aman, serta sebisa mungkin menghindari konflik maupun permusuhan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga nilai religius tersebut, jelas Ikbal, merupakan bentuk implementasi nyata dari kemabruran haji yang sesungguhnya ditandai dengan semakin dekatnya seseorang kepada Allah SWT sekaligus semakin baik akhlaknya bagi sesama.

“Semoga seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya dan menjadi teladan di tengah masyarakat melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta semangat menebarkan kedamaian,” pungkasnya mengakhiri sambutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....