Inovasi Haji Makin Modern, Bupati Maros Apresiasi Layanan Makkah Route
- 30 Apr 2026 20:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kehadiran program Makkah Route mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Maros, Chaidir Syam, yang menilai inovasi ini membawa perubahan signifikan dalam proses keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Makassar. Menurutnya, fasilitas fast track di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mampu memangkas proses panjang yang selama ini menjadi tantangan bagi jemaah, khususnya saat tiba di Arab Saudi.
Seluruh proses pemeriksaan paspor dan visa kini dapat diselesaikan sejak di tanah air, sehingga jemaah tidak lagi harus mengantre di bandara tujuan. “Ini sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia. Setelah perjalanan panjang, mereka tidak lagi kelelahan karena harus menjalani proses imigrasi di sana,” ujarnya saat mendampingi jemaah Kloter 14 asal Maros, Kamis 30 April 2026.
Program Makkah Route merupakan inovasi layanan yang memungkinkan seluruh tahapan keimigrasian Arab Saudi dilakukan di bandara keberangkatan. Dengan sistem ini, setibanya di Tanah Suci, jemaah dapat langsung menuju akomodasi tanpa proses tambahan, menjadikan perjalanan lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Selain di Makassar, layanan ini juga diterapkan di sejumlah embarkasi lain seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Adi Soemarmo, dan Bandara Juanda. Seluruhnya terhubung langsung dengan bandara tujuan di Arab Saudi, termasuk Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz.
Tidak hanya mempercepat proses imigrasi, Makkah Route juga mencakup layanan komprehensif seperti perekaman biometrik, penerbitan visa elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga pengelolaan bagasi yang langsung dikirim ke tempat penginapan jemaah.
Dalam kesempatan tersebut, Chaidir Syam juga mengungkapkan bahwa Kloter 14 tahun ini sepenuhnya diisi oleh jemaah asal Kabupaten Maros. Dari total 626 jemaah, sebanyak 387 orang diberangkatkan dalam satu penerbangan penuh, dengan sekitar 60 persen di antaranya merupakan lansia.
Ia menilai peningkatan kuota haji yang diberikan pemerintah pusat turut berdampak pada berkurangnya masa tunggu keberangkatan.
Jika sebelumnya daftar tunggu mencapai 32 tahun, kini telah menurun menjadi sekitar 26 tahun. “Kami berharap ke depan masa tunggu ini bisa terus berkurang, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menunaikan ibadah haji,” jelasnya.
Meski berbagai kemudahan telah dihadirkan, Bupati tetap mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah, mengingat suhu di Mekkah dan Madinah cukup ekstrem. “Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan ikuti arahan petugas. Itu kunci agar ibadah bisa berjalan lancar,” pesannya.
Dengan berbagai inovasi layanan seperti Makkah Route, penyelenggaraan ibadah haji kini tidak hanya berfokus pada keberangkatan, tetapi juga pada kenyamanan dan keselamatan jemaah sejak awal perjalanan. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta meraih predikat haji yang mabrur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....