Menanti Selama 16 Tahun, Lamakka Akhirnya Berangkat Haji di Usia 73 Tahun
- 22 Apr 2026 09:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Seorang petani asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Lamakka Lamaulu usia 73 tahun, akhirnya bisa berangkat menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci setelah penantian panjang selama 16 tahun. Kisahnya menjadi gambaran nyata bagaimana perjuangan dan kesabaran menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju Ibadah Haji di Indonesia.
"Alhamdulillah setelah mendapatkan nomor porsi pada 2010 lalu, akhirnya dapat panggilan ke Tanah Suci," kata Lamakka yang tergabung menjadi calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu dini hari.
Momen ini menjadi titik puncak dari perjalanan panjangnya dalam menanti kesempatan menunaikan Ibadah Haji. Penantian panjang tersebut berbuah haru. Lamakka yang didampingi anaknya tampak tenang dengan raut wajah penuh syukur.
Mengenakan pakaian seragam biru khas jamaah, Lamakka berada di antara 393 orang yang terpilih menjadi tamu Allah SWT. Dengan hati lapang, ia kini siap menapakkan kaki di tanah haram, membawa harapan besar untuk menyempurnakan Ibadah Haji yang telah lama diimpikan.
Perjalanan Ibadah Haji ini terasa semakin bermakna mengingat usianya yang tidak lagi muda. Meski demikian, Lamakka masih mampu berjalan normal tanpa bantuan kursi roda seperti sebagian jamaah lansia lainnya, menunjukkan kondisi fisik yang tetap terjaga berkat aktivitasnya sebagai petani.
Lamakka merupakan warga Desa Salotoraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Ia memiliki dua orang anak perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, termasuk dalam mendukung niatnya menunaikan Ibadah Haji.
Untuk melunasi biaya perjalanan ke Tanah Suci, Lamakka harus menjual tiga ekor sapi. Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama hingga ia akhirnya bisa mewujudkan impian besarnya untuk berangkat Ibadah Haji, sebuah keputusan yang mencerminkan pengorbanan besar demi memenuhi panggilan spiritual.
Meski usia terus bertambah, semangat Lamakka untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak pernah surut. Penantian belasan tahun justru memperkuat tekadnya. Kisah ini sekaligus menggambarkan realitas antrean panjang Ibadah Haji di Indonesia yang bisa mencapai lebih dari satu dekade, tergantung daerah dan kuota keberangkatan.
Bagi Lamakka, perjalanan ini bukan sekadar menjalankan kewajiban agama, tetapi juga menjadi penutup dari penantian panjang yang penuh doa dan harapan. Kini, langkahnya semakin dekat menuju Makkah, membawa harapan untuk meraih Ibadah Haji yang mabrur dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....