Jamaah Haji Termuda Soppeng, Berangkat di Usia 19 Tahun Berkat Penggabungan Mahram
- 22 Apr 2026 09:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Husnul Khulqy Akhwan menjadi sorotan sebagai Jamaah Calon Haji (JCH) termuda di Kloter 1 Embarkasi Makassar. Perempuan asal Kabupaten Soppeng ini baru berusia 19 tahun, namun sudah berkesempatan menunaikan ibadah haji, sebuah capaian yang jarang terjadi di usia muda dan menjadi inspirasi bagi banyak generasi seusianya.
Husnul Khulqy Akhwan diketahui merupakan mahasiswi semester 4 Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kloter 1 sendiri telah tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa 21 April 2026 pukul 06.30 Wita, menandai dimulainya rangkaian keberangkatan jamaah haji dari wilayah tersebut.
Total JCH Kloter 1 sebanyak 387 orang, dengan rincian 386 jamaah berasal dari Kabupaten Soppeng dan satu orang dari Kota Makassar. Di antara ratusan jamaah tersebut, nama Husnul Khulqy mencuri perhatian karena statusnya sebagai jamaah termuda sekaligus bagian dari skema penggabungan mahram yang memungkinkan percepatan keberangkatan.
Ia mengaku sangat bahagia bisa menunaikan rukun Islam kelima di usia yang relatif muda. Sejak lama, ia telah memendam keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci, meskipun menyadari bahwa antrean haji di Indonesia umumnya mencapai puluhan tahun. “Pasti terharu, bahagia karena menjadi jamaah haji termuda tahun ini,” katanya saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa 21 April 2026.
Keberangkatannya kali ini tidak lepas dari skema penggabungan mahram bersama sang ibu. Ibunya telah mendaftar haji sejak tahun 2010, sementara Husnul baru terdaftar pada 2021. Namun melalui penggabungan mahram, keduanya dapat berangkat bersama tanpa harus menunggu antrean normal yang panjang.
“Ini penggabungan mahram. Ikut sama mama,” ungkapnya. Skema penggabungan mahram sendiri merupakan kebijakan yang memungkinkan anggota keluarga inti, seperti anak dan orang tua, untuk berangkat dalam satu kelompok demi menjaga kebersamaan dan kemudahan pendampingan selama ibadah haji.
Husnul mengungkapkan bahwa masa tunggu normal untuk berangkat haji bisa mencapai puluhan tahun, tergantung daerah dan kuota. Oleh karena itu, penggabungan mahram menjadi solusi yang sangat membantu bagi jamaah yang ingin berangkat bersama keluarga, sekaligus mempercepat kesempatan beribadah ke Tanah Suci.
Demi menjalankan rukun Islam kelima, ia rela mengambil cuti kuliah selama lebih dari satu bulan. “Saya cuti kuliah 40 hari lebih, sekitar 42 hari,” ujarnya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan ibadah haji dengan penuh khusyuk tanpa terganggu aktivitas akademik.
Meski masih berusia muda, Husnul mengaku telah menyiapkan berbagai doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci. Ia ingin memanfaatkan momen spiritual ini sebaik mungkin, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang terdekat.
“Banyaklah pasti (doa-doa), untuk keluarga, untuk teman-teman, dan untuk saya pribadi juga banyak,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....