Kisah Kanza Latifah, Jemaah Termuda Kloter 31 UPG
- 04 Jul 2025 07:06 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Menunaikan ibadah haji di usia muda menjadi impian banyak umat Muslim. Impian itulah yang diwujudkan oleh Kanza Latifah Andari, seorang gadis berusia 20 tahun yang tergabung dalam Kloter 31 Debarkasi Ujung Pandang (UPG). Tak sekadar berhaji, Kanza berangkat ke Tanah Suci dengan misi mulia menggantikan ayahnya yang wafat pada 2019 lalu.
Gadis yang berdomisili di Jalan Jayanti, Komp. Perum Pemda, Kelurahan Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, Papua, ini mendarat kembali di tanah air bersama sang ibu, Sumiatin, dan 390 jemaah lainnya pada Selasa (3/7/2025), pukul 14.58 WITA, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Kanza, yang lahir di Kota Sorong pada 10 Juli 2004, mengungkapkan bahwa seharusnya sang kakaklah yang berangkat menggantikan sang ayah. Namun karena sang kakak tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), keluarga memutuskan Kanza-lah yang berangkat bersama ibunya.
“Itu hasil kesepakatan keluarga. Kami tiga bersaudara, dan waktu itu kakak sedang KKN, jadi saya bersama ibu yang diberangkatkan,” kisahnya.
Meski usia masih muda, Kanza menyadari bahwa ibadah haji bukan perkara ringan. Ia menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental, terlebih saat menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Berhaji itu memang harus sehat, fisik dan mental harus siap. Saya rutin olahraga sebelum berangkat. Di Armuzna, kami banyak berjalan kaki, jadi stamina sangat penting,” ungkapnya.
Kanza juga mengapresiasi kinerja para petugas haji yang terus siaga, terutama dalam membantu jemaah lanjut usia.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Pelayanan makanan, hotel, dan bus sangat baik. Lansia sangat terbantu karena perhatian dari petugas sangat maksimal,” tambahnya.
*Dua Jemaah Asal Wajo Wafat di Tanah Suci*
Dalam prosesi serah terima Kloter 31 di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, suasana menjadi khidmat ketika disampaikan kabar duka: dua jemaah asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, wafat di Tanah Suci.
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah PPIH Embarkasi UPG, H. Muhammad Yunus, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Andi Narwa Paduai (77) dan Nori Lampadong (85). Sementara itu, satu jemaah lainnya, Rahmatia Lauda Panurung (63), masih dalam perawatan di Arab Saudi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Yunus.
Kloter 31 secara resmi diterima oleh Kepala Bidang PHU dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua, H. Musa Narwawan, yang mewakili Pemerintah Daerah asal jemaah.
Kloter ini terdiri atas 264 jemaah dari Provinsi Papua, 65 dari Kabupaten Wajo, 57 dari Sulawesi Tenggara, 1 dari Kota Makassar, serta 7 petugas kloter dan PHD. Hadir dalam acara serah terima tersebut antara lain Ketua PPIH Embarkasi UPG H. Ali Yafid, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wajo, serta sejumlah pejabat dari Papua dan Sulawesi Tenggara.
Kisah Kanza tak hanya menjadi pengingat tentang ketulusan dan semangat berhaji di usia muda, tapi juga gambaran bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang sarat makna, pengorbanan, dan cinta keluarga.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....