Kapolrestabes Makassar Klarifikasi Pengamanan 108 Mahasiswa
- 26 Apr 2026 15:20 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menjelaskan kronologi pengamanan 108 mahasiswa usai aksi demonstrasi yang berujung bentrok dengan pengemudi ojek online (ojol), Minggu 26 Aprul2026. Menurut Arya, insiden bermula dari aksi unjuk rasa yang menyebabkan penutupan jalan dalam waktu cukup lama.
Kondisi tersebut memicu ketegangan karena sejumlah pengemudi ojol merasa terdampak aktivitasnya. “Penutupan jalan yang terlalu lama membuat sejumlah pengemudi ojol masuk ke area kampus, sehingga terjadi perseteruan di dalam,” ujarnya.
Untuk mencegah eskalasi konflik, aparat kepolisian kemudian mengamankan sekitar 108 mahasiswa ke dalam area kampus. Pihak kampus melalui wakil rektor turut hadir memberikan pengarahan bersama kepolisian.
Situasi di luar kampus yang masih dipenuhi massa ojol membuat aparat mengambil langkah pengamanan lanjutan dengan membawa para mahasiswa menggunakan truk ke Polrestabes Makassar. “Kami khawatir jika mereka keluar secara terpisah akan terjadi bentrokan kembali atau hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Arya.
Ia menegaskan, langkah tersebut semata-mata dilakukan sebagai upaya pengamanan sementara hingga kondisi benar-benar kondusif. Setelah situasi dinilai aman dan massa ojol membubarkan diri, seluruh mahasiswa dipulangkan keesokan harinya sekitar pukul 05.30 WITA dalam keadaan sehat.
Kapolrestabes memastikan selama proses pengamanan tidak ada tindakan kekerasan maupun intimidasi terhadap mahasiswa. “Tidak ada intimidasi, tidak ada perlakuan tidak menyenangkan, dan tidak ada tindakan fisik. Semua dipulangkan dalam keadaan sehat,” tegasnya.
Terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI, Arya membantah keras kabar tersebut. “Tidak ada anggota TNI yang diamankan maupun terlibat dalam tindakan negatif di lapangan. Semua yang kami amankan adalah mahasiswa,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....