QRIS: Senjata Baru Indonesia di Era Ekonomi Tanpa Batas

  • 26 Jun 2025 21:31 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu buktinya adalah penerapan sistem pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini tidak hanya digunakan secara nasional, tetapi juga mulai menembus pasar regional ASEAN

Di Makassar Inovasi digital semakin merambah sektor usaha mikro. Salah satu buktinya terlihat di kawasan Kantor Pos Besar Makassar, Jalan Slamet Riyadi, di mana sejumlah warung prasmanan kini telah mengadopsi sistem pembayaran digital berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Beberapa warung prasmanan Shinta yang berada di sekitar kompleks kantor pos telah memasang stiker QRIS di area kasir. Dengan metode ini, pembeli cukup memindai kode QR melalui aplikasi dompet digital seperti OVO, DANA, GoPay, maupun mobile banking untuk menyelesaikan transaksi tanpa uang tunai.

“Lebih gampang dan cepat. Tidak perlu cari kembalian lagi. Kebanyakan pelanggan sekarang sudah biasa pakai QRIS,” ujar Bule pemilik warung prasmanan Shinta di samping kantor pos, Rabu (26/6/2025).

Bule mengaku , sejak menggunakan QRIS, arus transaksi menjadi lebih tertib dan aman, terutama pada jam sibuk siang hari. Selain mengurangi risiko uang hilang atau salah hitung, penggunaan QRIS juga membantu pedagang dalam mencatat pendapatan harian secara otomatis melalui aplikasi.

Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang beralih ke pembayaran digital, kawasan pusat kota Makassar kini tak hanya dikenal karena aktivitas niaganya yang ramai, tetapi juga mulai menjadi contoh transformasi ekonomi digital di tingkat akar rumput.

Tidak hanya menjadi solusi lokal, QRIS kini mewujudkan visi konektivitas lintas negara. Dalam dialog bersama RRI Makassar, Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Sulawesi Selatan R. Dwi Cahya Kusuma Wardono, menyampaikan bahwa QRIS telah terhubung dengan sistem pembayaran di Malaysia, Thailand, dan Singapura.

“Bayangkan ke Singapura tidak perlu tukar SGD. Cukup pakai QRIS, transaksi dalam rupiah otomatis dikonversi. Efisien, aman, dan transparan,” terang Dwi.

Ia menjelaskan Keberhasilan QRIS menembus batas negara menjadi tonggak penting dalam sejarah sistem pembayaran Indonesia. Bukan hanya menciptakan kemudahan bagi pelaku usaha dan konsumen, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi keuangan Indonesia siap bersaing dan memimpin di kawasan regional.

“Dengan semakin luasnya penerimaan QRIS, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan pelopor integrasi keuangan digital di Asia Tenggara," kata Dwi.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Sulsel R.Dwi Cahya Kusuma WardonoPada Dialog RRI Makassar. (Foto: RRI/Rahmadhani)

Dwi mengatakan kehadiran QRIS sebagai puncak evolusi sistem pembayaran di Indonesia sebagai proses bertahap dari cash-based menjadi digital-based.

“Dulu masyarakat bertransaksi pakai uang logam dan kertas. Lalu masuk ke era kertas: cek dan giro. Kemudian berkembang ke paperless transfer, lalu kartu kredit dan debit, dan kini kita ada di fase chip-based dan server-based seperti QRIS,” ucap Dwi.

Tak hanya itu, lanjut Dwi QRIS juga membawa standar keamanan tinggi. Isu penipuan yang sempat muncul seperti barcode palsu yang ditempelkan di atas barcode resmi bukan disebabkan oleh kelemahan sistem QRIS, melainkan oleh penyalahgunaan fisik barcode oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kita tegaskan, yang tidak aman bukan QRIS-nya. Sistemnya sangat aman karena dikembangkan langsung oleh BI. Yang berisiko adalah cara penggunaannya jika masyarakat tidak teliti,” tegas Dwi.

Karena itu, edukasi menjadi senjata utama BI melalui berbagai program sosialisasi yang telah dilakukan mulai dari sekolah, pasar tradisional, komunitas UMKM, hingga masjid dan gereja. Dengan sosialisasi tersebut masyarakat diajak untuk mengenal QRIS sebagai alat transaksi yang pasti, praktis, dan protektif. (RRI/ Rahmadhani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....