Visual Menarik jadi Kunci Sukses Pemasaran di Era Digital

  • 19 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Di era digital, visual menjadi faktor yang sangat penting dalam pemasaran produk bakery, pelanggan di media sosial biasanya tertarik terlebih dahulu dari tampilan produk sebelum akhirnya mencoba rasanya. Hal ini di ungkapkan Andi Hasnita Erawati, owner Hani bakery_99, dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Senin, 18 Mei 2026

Nita Menjelaskan Orang itu makan pertama kali lewat visual. Kalau tampilannya menarik, mereka jadi penasaran untuk mencoba. Karena itu, Hani bakery_99 sangat memperhatikan desain kemasan dan tampilan produk. Bahkan, Nita memanfaatkan teknologi AI untuk mempercantik foto produk agar terlihat lebih profesional dan menarik saat diposting di media sosial.

“Promosi dilakukan mulai dari story pribadi, Facebook, hingga Instagram. Strategi sederhana tersebut terbukti cukup efektif dalam memperluas jangkauan pelanggan. Ketika sebuah produk mulai viral, munculnya kompetitor dengan produk serupa menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Namun, saya memilih untuk tetap fokus menjaga kualitas dibanding memikirkan persaingan”, katanya.

Menurut Nita, produk tiruan untuk roti, mungkin dapat meniru bentuk atau tampilan, tetapi belum tentu mampu menghadirkan rasa yang sama. “Yang paling penting itu konsistensi rasa, aroma, dan tekstur. Orang akan tetap kembali ke produk yang kualitasnya mereka ingat,” ujarnya.

Ia percaya bahwa pelanggan pada akhirnya mampu membedakan produk yang hanya mengikuti tren dengan produk yang benar-benar dibuat dengan kualitas dan ketulusan, meskipun prosesnya sering kali membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen yang tidak sedikit.

Ketika permintaan mulai meningkat tajam, Nita mulai merekrut karyawan tambahan. Namun, seluruh proses produksi tetap diawasi secara langsung agar kualitas produk tidak berubah. Semua proses dilakukan berdasarkan SOP yang sudah ditetapkan, mulai dari penimbangan bahan, proses proving, pemanggangan, hingga packaging. “Kami tetap dampingi supaya kualitas roti tetap sama walaupun produksi meningkat,” jelasnya.

Bagi Nita, bisnis kuliner memang sangat dipengaruhi tren. Namun, agar usaha tidak hanya viral sesaat, diperlukan konsistensi dalam menjaga kualitas dan terus menghadirkan inovasi baru.“Kalau rasa, aroma, dan tekstur tetap terjaga, pelanggan pasti akan kembali,” katanya.

Ia juga memberikan pesan bagi para pelaku UMKM yang baru merintis usaha agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan di awal perjalanan bisnis. “Tidak semua usaha langsung berhasil. Pasti ada masalah dan kegagalan. Tapi kalau tetap sabar, konsisten, dan terus semangat berpromosi, hasilnya pasti akan terlihat,” jelasnya.

Saat ini, Nita menjual produk rotinya (Hani bakery_99) tidak hanya berjualan melalui media sosial, tetapi juga membuka penjualan offline di beberapa titik serta aktif mengikuti CFD (Kawasan Car Free Day) yang bertempat di Jalan Boulevard Panakkukang Makassar, Jl. Jenderal Sudirman, dan Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), setiap hari minggu mulai jam 6.00 (Pagi) sampai 10.00 Wita, di bantu dengan karyawannya untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat lebih luas.

Dengan memanfaatkan berbagai saluran pemasaran tersebut, usaha Hani Bakery_99 diharapkan dapat terus berkembang dan mampu meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan era digital. Upaya yang dilakukan Nita menunjukkan bahwa kombinasi antara pemasaran online dan offline dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperluas jangkauan konsumen, membangun kepercayaan pelanggan, serta memperkenalkan produk roti lokal kepada masyarakat secara lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....